Peserta Sehat Turun Kelas Bakal Perparah Defisit BPJS Kesehatan

Peserta Sehat Turun Kelas Bakal Perparah Defisit BPJS Kesehatan
UANG | 29 Mei 2020 17:59 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (JKN), sejak diimplementasikan pada 2014 lalu, terus menciptakan defisit pada anggaran BPJS Kesehatan. Pemerintah telah memberikan dukungan fiskal melalui berbagai intervensi, namun tidak dapat membiayai seluruh defisit.

Kepala Bidang Kebijakan Pusat Kebijakan Sektor Keuangan, Ronald Yusuf, memaparkan dukungan pemerintah dalam mengatasi defisit pada 2015-2018 mencapai Rp25,7 triliun. Suntikan modal 2015-2016 sebesar Rp11,8 triliun, dan 2017-2018 sebesar Rp13,9 triliun.

Terkait kemungkinan perpindahan kelas akibat penyesuaian tarif iuran dalam Perpres 64/2020, Ronald juga menjelaskan jika dilakukan penurunan kelas bagi peserta yang sakit, maka akan memiliki dampak positif. Sementara jika yang melakukan penurunan kelas adalah peserta yang sehat, maka akan berimbas menambah defisit.

"Sebenarnya perpindahan mereka, penurunan kelas yang mereka lakukan itu berdampak positif bagi ketahanan dan program, tapi kalau yang pindah itu adalah mereka yang sehat, yang jarang pakai layanannya, pindah turun kelas, itu malah akan menambah defisit," jelasnya.

Baca Selanjutnya: Dari enam segmen yang diklasifikasikan...

Halaman

(mdk/fik)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami