Petani mitra Bulog dapat kredit hingga Rp 12 juta per hektar dari Bank Mandiri

UANG | 23 Mei 2018 16:50 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Bank Mandiri menggandeng Perum Bulog untuk menyiapkan pembiayaan sebagai modal kerja bagi 5.100 mitra petani mitra kerja on farm Bulog di Majalengka, Jawa Barat. Nantinya, petani bisa mendapatkan kredit hingga Rp 12 juta per hektar.

Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan pihaknya akan memberikan fasilitas pembiayaan murah dengan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan bunga 7 persen efektif per tahun kepada petani mitra on farm aktif yang direkomendasikan Bulog. Sebaliknya, Bank Mandiri pun dapat merekomendasikan petani penerima pembiayaan perseroan untuk menjadi mitra Bulog.

"Melalui kerja sama ini, kami berharap para petani mitra Bulog akan semakin termotivasi dalam meningkatkan produktivitas sehingga dapat membantu meningkatkan taraf hidup mereka serta mendukung upaya penguatan ketahanan pangan nasional," kata Hery, di kantornya, Rabu (24/5).

Pada tahap awal, program ini akan menyasar ke petani padi mitra kerja Bulog di Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, dan selanjutnya akan meluas ke daerah lainnya di Indonesia. Di Majalengka, sekitar 5.100 petani pemegang Kartu Tani dari Bank Mandiri juga akan direkomendasikan untuk menjadi petani mitra on farm Bulog.

Saat ini, petani mitra kerja on farm Bulog di seluruh Indonesia tidak hanya bekerja pada pertanian padi, namun juga pada sektor komoditas pertanian lain, seperti jagung, kedelai, bawang merah, dan sebagainya.

"Penyaluran pembiayaan kepada petani mitra Bulog merupakan salah satu strategi perseroan dalam mengelola aset produktif. Pasalnya, petani mitra telah memperoleh jaminan pembelian hasil panen oleh Bulog sehingga meminimalisir potensi terjadinya kredit bermasalah di kemudian hari," ujarnya.

Hery melanjutkan, inisiatif sinergi ini juga mendukung keinginan perseroan untuk meningkatkan porsi penyaluran KUR ke sektor produktif hingga 50 persen dari target KUR keseluruhan Rp 14,56 triliun pada tahun ini.

Dari realisasi penyaluran KUR per April 2018 sebesar Rp 5,28 triliun kepada 85.235 debitur, porsi ke sektor produktif telah mencapai sekitar 41 persen atau sekitar Rp 2,18 triliun. Secara komposisi, penyaluran KUR ke sektor pertanian sebesar Rp 1,05 triliun.

"Sejatinya, sinergi ini akan menguntungkan seluruh pihak yang terlibat. Para petani mitra akan mendapat modal untuk peningkatan produktivitas, Bulog akan mendapatkan tambahan pasokan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan nasional, dan Bank Mandiri akan mendapatkan calon debitur yang berkualitas untuk pembiayaan KUR."

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog, Imam Subowo mengatakan dengan adanya kerja sama tersebut diharapkan tidak ada lagi petani yang terjerat utang kepada rentenir yanv Mematok bunga tidak jelas. Selain itu, petani juga tidak akan kebingungan menjual hasil panennya karena langsung diserap oleh Bulog dengan pembayaran yang akan langsung otomatis dipotong dengan jumlah kredit yang mereka ambil di Bank Mandiri.

"Konsentrasi petani ujungnya 'hanya nanam-untung'. Beli bibit di situ, beli pupuk disitu, nanti nanamnya dan jualnya disitu juga." (mdk/azz)


Pertamina akan keluarkan produk baru elpiji 3 Kg non subsidi untuk orang kaya
Meroket 185 persen, laba Rekind tembus RP 137,01 miliar di 2017
Pertamina incar lahan PTPN bangun Kilang Tuban
PLN klaim pelemahan Rupiah dan kenaikan harga minyak berdampak kecil, ini sebabnya
Bank Mandiri incar pertumbuhan kredit 2018 sekitar 11 persen

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.