Petuah Bisnis Ding Lei, Memulai Usaha dengan 3 Pegawai Kini Berharta Rp 533 T

Petuah Bisnis Ding Lei, Memulai Usaha dengan 3 Pegawai Kini Berharta Rp 533 T
ilustrasi orang kaya. © nocookie.net
UANG | 29 Januari 2021 08:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pendiri dan CEO perusahaan internet dan gaming, NetEase, William Lei Ding atau Ding Lei memiliki petuah untuk sukses dalam dunia bisnis. Ding Lei, berdasarkan data Forbes, berada di posisi ke-11 orang terkaya di China pada 2020, dan di peringkat ke-51 dalam daftar orang terkaya di dunia pada tahun yang sama.

Ding merupakan pimpinan NetEase, yang merupakan salah satu bisnis gim mobile dan online terbesar di dunia. Mitra bisnis NetEase termasuk Mojang, anak usaha Microsoft dan Blizzard Entertainment.

Bisnis NetEase berkembang ke film, musik online, dan e-commerce. Berdasarkan data real time net worth Forbes per 26 Januari 2021, kekayaannya sebesar USD 37, 7 miliar atau berkisar Rp 533 triliun (kurs Rp 14.139).

Dilansir dari South China Morning Post, Selasa (26/1), Ding mengungkapkan cara tepat memanfaatkan peluang yang ada. "Orang pintar mengambil peluang dan tidak pernah membiarkannya tergelincir di antara jari mereka. Dan mereka yang menganggap dirinya lemah selalu menunggu peluang," jelasnya.

Ding dalam sebuah wawancara dengan South China Morning Post pada 1999, mengatakan bahwa dia ingin mengembangkan industri internet di China.

"Apakah saya akan kaya seperti Jerry Yang (pendiri Yahoo), itu tidak penting bagi saya. Yang penting bagi saya adalah memimpin pengembangan industri internet China, menjadi pemain utama dunia internet di China," ungkapnya.

Ding pernah menjadi orang terkaya di China serta miliarder pertama di industri gaming dan internet negara tersebut pada 2003. Ketika itu kekayaannya sebesar USD 2,95 miliar.

Ding tidak memulai pekerjaan pertamanya di industri gaming. Pria berusia 49 tahun ini merupakan lulusan teknologi komunikasi dari University of Electronic Science and Technology of China. Setelah bekerja sebagai engineer di sebuah departemen di Ningbo, China, Ding pindah ke Guangzhou untuk bekerja di perusahaan software analisis asal Amerika Serikat (AS), Sybase.

Pada Juni 1997, Ding mendirikan NetEase sebagai sebuah perusahaan software di Guangzhou dengan hanya tiga karyawan.

NetEase berhasil mengumpulkan USD 70 juta di bursa Nasdaq pada 1999/2000. Namun, perusahaan pada 2001 diketahui terlibat dalam beberapa creative accounting (memanipulasi laporan keuangan), yang mengakibatkan saham ditangguhkan selama empat bulan. Perusahaan menghadapi kesulitan meyakinkan investor baru untuk bergabung setelah itu.

Baca Selanjutnya: Jadi Orang Terkaya di China...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami