Pihak Swasta Didorong Berpartisipasi Capai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

UANG | 20 Juni 2019 16:14 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - PTTEP Indonesia dan Universitas Trisakti, Program Pascasarjana MM-Sustainability kembali menggelar seminar nasional membangun kemitraan yang berkelanjutan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Seminar di Pekanbaru merupakan seminar ke-7 yang telah diadakan oleh PTTEP Indonesia dan CECT MM-Sustainability Universitas Trisakti setelah pertama kali diadakan di Jakarta pada tahun 2018 silam.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Ahmad Hijazi turut hadir untuk membuka acara. Dia mengatakan, Riau merupakan Provinsi pertama yang telah menetapkan Rencana Aksi Daerah SDGs.

"SDGs menawarkan konsep pendekatan partisipatif, inklusif dan prinsip no one left behind. Kami memandang bahwa seminar hari ini memiliki peran strategis dalam upaya mendorong partisipasi aktif pihak swasta khususnya perusahaan migas di Indonesia. Diskusi-diskusi seperti ini sangat penting yang bertujuan menjadi wadah sharing pendapat dan pengalaman antar pemangku kepentingan di semua sektor," ujar Ahmad.

Acara kali ini juga dihadiri Abdullah Maskur selaku Ketua Sekretariat SDGs, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Riau. Dia bercerita mengenai pengalaman dan ilmu terkait bagaimana sektor swasta maupun pemerintah di Indonesia khususnya di Provinsi Riau dapat mencapai target pembangunan yang keberlanjutan. Seminar ini kembali menyatukan akademisi, LSM dan sektor publik dan swasta untuk bersama-sama menciptakan kolaborasi dan front persatuan untuk mencapai SDGs di Indonesia.

Selain itu, yang membuat acara kali ini berbeda dari yang diadakan di kota-kota sebelumnya, PTTEP dan CECT MM-Sustainability memberikan kesempatan bagi para UMKM dan social entrepreneur lokal Pekanbaru untuk mengadakan bazaar selama seminar berlangsung. UMKM dan social entrepreneur yang mengadakan bazaar di seminar SDGs ini adalah HoT (House of Tempe), Starkids Islamic Flexischool, Daego Chips, Hanisuncake, dan Mische Aesthetic Clinic. UMKM tersebut tepilih karena menjunjung produk Pekanbaru serta memberdayakan masyarakat serta kearifan dan sumberdaya sekitar lokal.

General Affairs Manager PTTEP Indonesia, Afiat Djajanegara mengatakan, PTTEP Indonesia juga akan menyediakan bazaar untuk UMKM dan social entrepreneur lokal untuk seminar yang akan diadakan selanjutnya di Bali dan Jogjakarta dengan skala yang lebih besar. Bazaar ini diadakan sebagai bentuk nyata komitmen PTTEP untuk tidak hanya memberikan forum knowledge sharing untuk membangun SDGs tetapi juga untuk membantu social entrepreneur dan masyarakat lokal.

"Berdasarkan antusiasme yang kami dapatkan dari peserta seminar dan lokarya di lima kota di seluruh Indonesia, kami memutuskan untuk melanjutkan acara ini di empat kota lainnya di tahun 2019. Mengingat pentingnya menjaga kemitraan yang berkelanjutan, kami akan mengajak pemangku kepentingan dari berbagai sektor untuk terus bekerjasama membantu Pemerintah Indonesia untuk mencapai SDGs."

Baca juga:
Perang Dagang Hambat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II
Ekonomi Indonesia Diprediksi Akan Lebih Baik Dibanding Negara ASEAN Lainnya
Bos BI: Ketegangan Perang Dagang Perlambat Pertumbuhan Ekonomi Sejumlah Negara
HSBC Prediksi Bank Sentral AS Bakal Turunkan Suku Bunga di Akhir Tahun Ini
BI: Rupiah Melemah 0,18 Persen Selama Mei 2019
Juni 2019, Suku Bunga Acuan Bank Indonesia Bertahan di 6 Persen

(mdk/idr)

TOPIK TERKAIT