PLN Butuh 8 Juta Ton Sampah per Tahun untuk Konversi Pembangkit Batubara

PLN Butuh 8 Juta Ton Sampah per Tahun untuk Konversi Pembangkit Batubara
UANG | 25 November 2020 18:42 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Direktur Mega Proyek PT PLN Ikhsan Asaad mengatakan, PLN membutuhkan setidaknya 8 juta ton limbah sampah per tahun guna konversi dari batubara untuk memaksimalkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Dia menjelaskan, limbah sampah tersebut digunakan untuk menggantikan sebanyak lima persen batu bara dalam pembangkit. Limbah yang dimaksud di antaranya adalah serbuk gergaji kayu. Kapasitas PLTU yang dimiliki PLN sendiri saat ini total sebanyak 18 ribu megawatt (MW).

Pemanfaatan energi baru terbarukan terus ditingkatkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan mengembangkan potensi biomassa yang dimiliki sebagai pengganti batu bara mencapai hingga 20.925 ton per harı.

Salah satu yang didorong dalam RUKN (Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional) 2019-2038 yakni melalui metode co-firing pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan memanfaatkan biomassa sebagai substitusi (campuran) batu bara.

"Ada dua bahan baku yang jadi campuran metode co-firing, yakni sampah dan limbah/hasil hutan berupa kayu, ini dicampurkan 1 persen hingga 5 persen. Kalau diakumulasikan potensinya cukup menjanjikan," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi, dikutip Antara, Rabu (25/11).

Baca Selanjutnya: Tempat Pengelolaan Sampah Kota...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami