PLN: Kelistrikan Ibu Kota Baru Menjadi yang Terbaik di Dunia

UANG | 17 Januari 2020 11:31 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) tengah menyiapkan skema untuk menerangi Ibu Kota Baru yang berada di Kalimantan Timur. Salah satunya, perusahaan plat merah itu akan menggunakan smart meter yang terbaik di dunia.

"Ibu kota baru sedang kita siapkan. Ini keren sesuai dengan perintah bapak Presiden Joko Widodo," kata Wakil Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (17/1).

PLN sudah berkolaborasi dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan pemerintah daerah setempat untuk menggunakan energi kelistrikan yang terbaik. Selain menggunakan smart meter, pihaknya juga menyiapkan skema energi untuk kendaraan melalui Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

"Bukan hanya andal tapi secara teknologi menjadi terbaik yang ada di dunia," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Kebutuhan Listrik Ibu Kota Baru

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan kebutuhan listrik ibu kota baru di Penajam Paser Utara-Kutai Kartanegara akan memerlukan tambahan kapasitas pembangkit sekitar 1.555 MW untuk menyuplai listrik wilayah tersebut.

Sedangkan data Kementerian ESDM memperkirakan kebutuhan total ibu kota baru mencapai 1.196 MW.

"Kebutuhan tambahan tenaga listrik di ibu kota baru sekitar 1.196 MW sehingga membutuhkan pembangkit sekitar 1.555 MW (termasuk menjaga reserve margin 30 persen). Selain itu, untuk menjaga keandalan pasokan listrik di ibukota baru sebaiknya tidak hanya mengandalkan pasokan dari sistem interkoneksi, namun diperlukan tambahan pembangkit baru yang berlokasi dekat atau berada di Provinsi Kalimantan Timur," ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana dikutip dari Antara.

Rida menambahkan, berdasarkan RUPTL PLN 2019-2028, tambahan pembangkit sampai dengan tahun 2024 di Provinsi Kalimantan Timur hanya sebesar 691 MW, maka masih diperlukan tambahan pembangkit baru sekitar 864 MW di wilayah tersebut.

"Perlu percepatan pengembangan infrastruktur Ketenagalistrikan (pembangkit, transmisi dan distribusi tenaga listrik) untuk mendukung keandalan sistem kelistrikan ibukota baru, sehingga RUPTL PLN 2019-2028 perlu penyesuaian," tandas Rida. (mdk/idr)

Baca juga:
PLN: Gardu Induk Gambir Baru Kebakaran, Listrik di Sejumlah Wilayah DKI Padam
PLN Imbau Korban Banjir Waspada Penipuan Ganti Meteran Listrik Berbayar
PLN Tinggikan 170 Gardu Distribusi Antisipasi Banjir Susulan
PLN Ganti 11.279 Meteran Listrik yang Terendam Banjir di Jabodetabek
Mati Lampu Karena Banjir Tak Dapat Kompensasi
PLN Periksa Instalasi Kelistrikan 2.020 Rumah Terendam Akibat Banjir

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.