PLN Siapkan 2 Tahapan Penting untuk Penuhi Kebutuhan Listrik Blok Rokan

PLN Siapkan 2 Tahapan Penting untuk Penuhi Kebutuhan Listrik Blok Rokan
PLN. Istimewa ©2018 Merdeka.com
EKONOMI | 22 Juni 2021 17:30 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero), Bob Saril menyebut bahwa pihaknya siap mendukung transisi peralihan Blok Rokan dari Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Untuk melayani kebutuhan listrik dan uap Blok Rokan di bawah pengelolaan PHR, PLN berencana melakukannya dalam dua tahapan.

Dua tahapan tersebut dibagi dalam masa transisi dan masa permanen. Pada masa transisi yaitu 2021 hingga 2024, pasokan listrik dan uap memanfaatkan PLTG North Duri Cogen (NDC) yang saat ini dimiliki oleh PT MCT. Saat ini, PLN dalam tahap komunikasi untuk mengakuisisi saham PT MCTN dari Chevron Standard Limited (CSL).

Wilayah kerja Blok Rokan setidaknya membutuhkan pasokan listrik 400 MW dan uap 335 MBSPD. "Kita saat ini sedang berkoordinasi dan negosiasi, mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama kita bisa close dan dapat pasti saham dari MCTN ini menjadi 100 persen milik PLN," kata Bob dalam Webinar Ruang Energi: Keandalan Pasokan Listrik Jaga Produksi Blok Rokan pada Selasa (22/6).

Selain kapasitas 30 MW dari PT MCTN, juga ada pasokan dari PLTG Minas dan Central Duri dengan kapasitas 130MW. Ke depan, PLN juga akan memasukkan PLTG Minas dan Central Duri di bawah pengelolaannya.

Kemudian pada tahapan kedua yaitu masa jangka panjang atau permanen mulai 2024 dan seterusnya, PLN akan menyediakan listrik ke Blok Rokan dari interkoneksi Sistem Sumatera untuk menghasilkan keandalan dan nilai kompetitif yang lebih tinggi.

Baca Selanjutnya: Sistem Sumatera...

Halaman

(mdk/idr)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami