PLN Siapkan Tiga Fase untuk Jalankan Prosedur Kerja New Normal

PLN Siapkan Tiga Fase untuk Jalankan Prosedur Kerja New Normal
UANG | 28 Mei 2020 12:23 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) terus bersiap menghadapi skema tatanan kenormalan baru atau new normal untuk hidup berdampingan dengan virus corona atau covid-19. Salah satunya menyiapkan protokol pelaksanaan kerja yang dituangkan dalam Edaran Direksi kepada seluruh pegawai.

Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini menyatakan, perseroan membagi sistem bekerja dari kantor pada masa new normal ke dalam tiga fase. Setiap tahapan akan dilaksanakan maksimal selama tiga puluh hari.

"Kami buat tiga fase, agar kami bisa evaluasi setiap tahapannya. Kami siap untuk menjalankan new normal, namun tentu tetap harus berhati-hati untuk meminimalisir penyebaran Covid-19," jelas Zulkifli melalui keterangan tertulis, Kamis (28/5).

Pada fase pertama, PLN tetap membatasi jumlah pegawai non kritikal dan pegawai khusus yang dapat bekerja dari kantor sebesar 35 persen. Pegawai non kritikal merupakan pegawai yang tidak berhubungan secara langsung dengan penyediaan pasokan listrik, seperti perencanaan, administrasi, keuangan, atau SDM yang menggunakan kendaraan pribadi atau dinas.

"Kemudian pegawai khusus adalah pegawai yang sifat pekerjaannya membutuhkan kehadiran fisik dan menggunakan kendaraan umum. Khusus untuk pegawai khusus, jadwal kehadirannya akan diatur oleh atasan atau pimpinan unit masing-masing," tandasnya.

Pada fase kedua, PLN akan menambah jumlah pegawai non kritikal dan pegawai khusus yang dapat bekerja dari kantor sebesar 50 persen. Sementara pada fase ketiga, jumlah tersebut ditambah hingga 75 persen.

1 dari 1 halaman

Izinkan Pegawai Kriteria Khusus Tak Masuk Kantor

kriteria khusus tak masuk kantor rev1

Zulkifli menambahkan, perusahaan mengizinkan bagi pegawai dengan kriteria khusus untuk tidak masuk kantor. Rinciannya, pegawai yang rentan (memiliki penyakit penyerta), pegawai berstatus ODP, PDP, atau pasien positif sesuai surat keterangan dari dokter, ibu hamil, ibu menyusui dengan usia bayi di bawah dua tahun, menggunakan kendaraan umum, dan/atau pegawai dalam kondisi tidak sehat secara umum atau tidak fit.

Sementara bagi pegawai kritikal seperti dispatcher, operator, pemeliharaan, penanganan gangguan, regu Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB)/offline, call center, security, pengemudi, petugas medis/paramedis, pelaksana dan pengawas proyek akan tetap bekerja seperti biasa namun dengan mematuhi protokol Kesehatan Covid-19.

"Kami menyadari listrik tidak bisa berhenti operasi. Oleh karena itu pegawai yang bekerja pada bidang kritikal, sejak awal pandemi tetap bertugas. Kemudian, untuk pegawai rentan, kami akan atur agar tetap bekerja di rumah," tegas dia.

Sejak awal Maret PLN juga telah membentuk Tim Manajemen Krisis Covid-19 yang bertugas memastikan tahapan new normal berjalan sesuai protokol.

Pada tahapan new normal, PLN tetap akan membatasi perjalanan dinas, khusus keadaan darurat dan atau sesuai persetujuan Pimpinan Unit dengan mengikuti prosedur Covid-19 yang diatur oleh Pemerintah. Pegawai juga diminta tetap mengoptimalkan komunikasi melalui media virtual. Pertemuan secara tatap muka juga dibatasi dengan persetujuan Tim Manajemen Krisis Covid-19 PLN.

Protokol PLN juga telah mengatur prosedur perjalanan menuju lokasi kerja hingga kembali ke rumah, mulai dari pengukuran suhu tubuh dan kesehatan, penggunaan alat pelindung diri, physical distancing termasuk pengaturan tempat duduk pegawai, hingga pengaturan waktu kerja dan istirahat untuk menghindari keramaian.

Namun PLN memastikan, tahapan new normal akan menyesuaikan peraturan dan kondisi yang berlaku di setiap daerah.

"Kalau ada daerah yang masih memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tentu kami akan mengikuti PSBB tersebut. Peraturan pemerintah akan tetap menjadi pedoman. Kami juga akan mempertimbangkan kondisi di masing-masing daerah," tandasnya. (mdk/idr)

Baca juga:
PLN Pastikan Pasokan Listrik di Hari Raya Idulfitri Aman
PLN Siagakan 31.000 Personel Amankan Pasokan Listrik Jelang Lebaran
PLN Duga Tagihan Listrik Masyarakat Naik karena Banyak Bekerja dari Rumah
PLN Jamin Listrik Jakarta Aman Selama Lebaran 2020
Ada Larangan Mudik, Konsumsi Listrik Jakarta Saat Lebaran Diprediksi Lebih Tinggi
Diskon dan Tarif Listrik Gratis PLN Akan Diperpanjang Hingga September 2020

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami