PLN Usul Tarif Pengisian Energi Kendaraan Listrik Rp2.000 per kWh

UANG | 9 November 2019 16:37 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah masih mencari besaran tarif pengisian energi untuk ‎kendaraan listrik dari Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). PLN pun sebenarnya telah memberikan masukan angka yang pas agar terjangkau masyarakat dan menarik investasi.

General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) M Iksan Asaad mengatakan, PLN telah membahas besaran tarif pengisian daya kendaraan listrik ke Kementerian ESDM. Saat ini formula tarif masih dalam rumusan instansi tersebut.

"Kita diajak rapat dan sudah kasih masukan," kata Ikhsan, di Jakarta, Sabtu (9/11).

Ikhsan mengungkapkan, besara tarif pengisian kendaraan listrik melalui SPKLU yang ‎diusulkan PLN ke pemerintah sekitar Rp2.000 per kilo Watt hours (kWh).

Besaran tersebut lebih murah dari tarif pengisian kendaraan listrik di Singapura yang setara Rp5 ribu per kWh.

"SPKLU di sana (Singapura) sekitar Rp5 ribu, saya kira nggak mungkin Rp5 ribu kalau tarif di atas Rp2.600 harus ada persetujuan DPR, kalau saya mungkin Rp2 ribuan," tuturnya.

1 dari 1 halaman

Pertimbangkan Dua Hal

Penetapan besaran tarif pengisian daya kendaraan listrik harus mempertimbangkan dua hal. Pertama, lebih murah dari harga Bahan Bakar Minyak (BBM), agar kendaraan listrik mampu berkompetisi dengan kendaraan berbahan bakar fosil.

Selain itu, besaran tarif juga harus mempertimbangkan tingkat pengembalian investasi. Dengan begitu pihak swasta tertarik berinvestasi dalam membangun fasilitas pengisian energi kendaraan listrik atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

"Ini penting untuk menarik investasi, nggak mungkin PLN semua yang bangun," tandasnya.

Sumber: Liputan6
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono (mdk/did)

Baca juga:
PLN Disjaya Ajak Anies Baswedan Instruksikan Pegawainya Pakai Kompor Listrik
Masuk Musim Hujan, PLN Antisipasi Banjir di Jakarta
Hati-Hati, Jangan Berteduh Dekat Instalasi Listrik Saat Hujan
Hasil Investigasi dan Rekomendasi Ombudsman Atas Kasus Mati Lampu Sebagian Jawa
Pemerintah Diminta Beri Harga Khusus Batubara Agar Tarif Listrik Turun
Moeldoko Bakal Kawal Pengembangan Kendaraan Listrik di Tanah Air