PNM Target Salurkan Kredit Hingga Rp26 T di 2020

UANG | 22 November 2019 16:08 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mengusulkan ‎untuk menyalurkan kredit hingga Rp26 triliun pada tahun depan. Pihaknya sudah mengajukan rancangan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) ke Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Kami sudah sampaikan draf RKAP ke Kementerian BUMN Rp25 sampai 26 triliun untuk tahun depan," kata Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (22/11).

Menurut Arief, penyaluran kredit untuk Usaha Mikro‎ Kecil Menengah (UMKM) sudah mencapai Rp20,4 triliun. Sedangkan‎, sampai batas sampai akhir tahun mencapai Rp22,5 triliun.

"Per hari ini sudah lewat Rp20,4 triliun. Akan ditutup di Rp22,5 triliun. Tahun depan masih nunggu menyetujui berapa," ujarnya.

Sementara, untuk jumlah nasabah pada 2020, Arifin membidik sebanyak 7,7 juta, meningkat dari perkiraan tahun ini sebanyak 6 juta. Jumlah nasabah akan terus bertambah untuk mewujudkan arahan Presiden Joko Widodo mencapai 10 juta nasabah pada 2023.

‎"Di 2020 kami coba berusaha keras melaksanakan arahan Pak Presiden dan Kementerian BUMN, kita naikkan jadi 7,7 juta nasabah," tandas bos PNM tersebut.

1 dari 1 halaman

Kementerian BUMN Ingin PNM Ikut Salurkan Kredit Usaha Rakyat

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung PT Permodalan Nasiona Madani (Persero) agar mendapatkan sumber pendanaan murah dan disalurkan ke masyarakat melalui pinjaman.

Asisten Deputi Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan II, Muhammad Khoerur Roziqin mengatakan, PMN memiliki peran besar dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga prasejahtera, dengan memberikan pinjaman dana dan pelatihan usaha.

"PMN bagus mengangkat kesejahteraan keluarga prasejahtera di Indonesia ada 15 juta lebih keluarga pra sejahtera. Nasabah PMN 5,8 juta kali 4 anak artinya 23 juta keluarga prasejahtera," kata Roziqin di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (22/11).

Menurut Roziqin, dengan peran yang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, PNM perlu mendapat dukungan untuk mendapat dana dengan bunga yang murah, sehingga bisa menjaga bunga pinjaman ke masyarakat tetap kecil.

"Satu hal yang Peru kita dorong, yaitu segera ada program pemerintah membantu PNM mendapatkan dana yang murah," ujarnya.

Roziqin pun memiliki gagasan sumber dana murah bisa berasal dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dikucurkan pemerintah. Saat ini penyalur KUR hanya perbankan, seharusnya bisa juga dilakukan PMN. Pasalnya, PMN bisa langsung menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

"Program presiden KUR itu disalurkan lewat bank, sedangkan keluarga prasejahtera saya nggak yakin punya akses bank atau tidak, sedangan PNM hadir langsung menusuk jantung ke area area yang jadi sasaran. Yang hebatnya lagi ada pelatihan untuk keluarga prasejahtera sedangkan perbankan tidak ada," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Baca juga:
Kementerian BUMN Ingin PNM Ikut Salurkan Kredit Usaha Rakyat
Per 21 November, PNM Layani 5,8 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Terbitkan Obligasi, PNM Dapat Dana Segar Rp1,35 Triliun
PNM IM Berencana Terbitkan KIK EBA pada Kuartal I 2020
Resmi Ditawarkan, Reksadana Milik PNM Raup Dana Kelolaan Awal Rp6 M
Masyarakat Menengah ke Bawah Bisa Investasi Mulai dari Rp10.000
PNM Target Salurkan Kredit Rp14 Triliun ke UMKM Sampai Akhir 2019