Potensi Ekspor BUMN Capai Rp2.541 Triliun

Potensi Ekspor BUMN Capai Rp2.541 Triliun
UANG | 18 November 2020 12:28 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian BUMN tengah merancang persiapan BUMN untuk merambah ke pasar global. Meskipun sudah banyak BUMN yang memiliki kantor cabang di luar negeri, namun penyatuan kekuatan BUMN tetap harus dilakukan, mengingat potensi ekspor produk dan jasa BUMN ternyata cukup tinggi.

Data survei internal BUMN menyebutkan, potensi ekspor BUMN mencapai 27 kali lipat realisasi ekspor saat ini, yang sebesar USD 6,68 miliar. Itu artinya, potensi ekspor BUMN go global ke depannya menyentuh angka USD 180 miliar atau sekitar Rp2.541 triliun (asumsi kurs Rp 14.117).

"Ini sebetulnya cukup menjanjikan. Artinya, kalau BUMN go global kita tangani benar-benar dan serius, InsyaAllah, tujuan kita bisa tercapai," ujar Sekretaris Menteri BUMN Susyanto dalam acara Ngopi BUMN secara virtual, Rabu (18/11).

Mengutip paparan Susyanto, realisasi ekspor dibagi dalam klasifikasi benua dan sektor komoditas.

Realisasi terbesar ada di benua Asia dengan nilai ekspor mencapai USD 5,6 miliar, yang berasal dari sektor konstruksi USD 246 juta, kehutanan USD 84,9 juta, manufaktur USD 110 juta, migas dan energi USD 352 juta, minerba USD 3,2 miliar, pangan dan pupuk USD 532 juta, perkebunan USD 189 juta dan pertahanan USD 877 juta.

Di benua Afrika, realisasi ekspornya mencapai USD 506 juta dengan kontribusi dari sektor konstruksi USD 448 juta, kehutanan USD 85 ribu, manufaktur USD 8 juta, migas dan energi USD 1 juta, perkebunan USD 217 ribu dan pertahanan USD 47,7 juta.

Baca Selanjutnya: Selanjutnya...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami