Potensi usaha menjanjikan, Miwon sebar 300 gerobak bakso

UANG | 10 November 2016 17:51 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Potensi usaha makanan keliling dengan moda gerobak dinilai sangat prospekstif. Profit yang dihasilkan dari usaha jenis ini pun cukup memuaskan. Terlebih, sistem yang digunakan untuk jenis usaha ini adalah sistem 'jemput bola', yakni pedagang yang mendatangi konsumen, sehingga usaha ini sangat sesuai bagi mereka yang memiliki modal kecil.

Melihat potensi ini, PT Miwon Indonesia bersama Dompet Dhuafa menggagas Program Pedagang Tangguh Miwon 5. Program ini ditujukan kepada para pedagang keliling, khususnya pedagang bakso.

Melalui program ini, perusahaan memberikan pemahaman mengenai aspek produksi (keamanan pangan) dan managerial (pengembangan usaha). Seorang pedagang gerobak keliling harus memahami aspek tersebut guna meningkatkan kapasitasnya sebagai pengusaha kecil mandiri.

Vice President Director PT Miwon Indonesia, Lee Dongwon mengatakan, program ini sekaligus mengajak para pedagang bakso untuk tidak menggunakan bahan tambahan pangan (BTP) berbahaya seperti boraks, formalin dan pewarna tekstil. Tujuannya tak lain agar sajian makanan yang dijual adalah makanan sehat dan layak dikonsumsi.

Sasaran utama Program Pedagang Tangguh Miwon 5 adalah 50 mitra pedagang bakso yang berada di wilayah Kebagusan, Kebayoran Lama, Jagakarsa, Kalibata, Duren Tiga, Pejaten, MampangJakarta Selatan.

Bentuk bantuan yang diberikan yakni berupa 1 unit gerobak bakso dorong dan pembiayaan usaha. Tidak hanya itu, mitra-mitra program pedagang tangguh miwon ini juga diberikan penguatan berupa capacity building dan pendampingan usaha.

Sampai dengan program Pedagang Tangguh Miwon 4, jumlah penerima manfaat bantuan gerobak dorong sebanyak 250 mitra yang tersebar di wilayah Pulo Gadung, Cakung, Cipinang, Jatiwaringin, Kamp. Bayur, Bidara Cina,Pasar Minggu, Lebak Bulus, Ragunan, Kalibata, Mampang, Kebagusan, Blok M, Kuningan, Mampang, Ragunan, Pejaten, Mampang, Cilandak, Kebayoran Lama dan Bintaro.

"Dengan adanya Program Pedagang Tangguh Miwon 5 ini, total mitra pedagang bakso binaan PT Miwon Indonesia-Dompet Dhuafa menjadi 300 mitra. Mitra-mitra binaan ini tersebar di wilayah Jakarta Timur dan Selatan," ucap Lee di Jakarta, Kamis (10/11).

Program Pedagang Tangguh Miwon merupakan program kerja sama PT. Miwon Indonesia-Dompet Dhuafa yang telah berlangsung dari tahun 2011. Untuk dapat menjadi mitra program ini, para pedagang bakso harus mengikuti proses assessment dan verifikasi.

Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, Ismail A. Said mengatakan, melalui program Pedagang Tangguh Miwon ini diharapkan dapat terciptanya komunitas pedagang bakso tangguh dan mandiri, yang mampu menyediakan kebutuhan bakso yang sehat dan higienis di wilayah Jakarta Timur dan Selatan sebagai basis program pedagang tangguh Miwon.

Baca juga:
281 KK kurang mampu di Payakumbuh terima bantuan modal usaha
Cerita petani ubah kebun sawit jadi sayuran bisa raup Rp 15 juta
Perusahaan modal Ventura siapkan investasi Rp 15 M bagi para pemula
OJK minta pemda kembangkan potensi usaha lokal
Jadi juragan keripik, Raffi Ahmad berburu kentang ke petani Batu

(mdk/idr)

TOPIK TERKAIT