PPATK Telah Serahkan Hasil Penelusuran Aset Korupsi Jiwasraya ke Kejaksaan

PPATK Telah Serahkan Hasil Penelusuran Aset Korupsi Jiwasraya ke Kejaksaan
UANG | 27 Februari 2020 17:06 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) akan menyelidiki aset tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya yang dilarikan ke luar negeri. Dalam hal ini, Kejagung turut menggaet Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melacak aset milik tersangka.

Lantas, apa saja temuan PPATK dari kasus korupsi Jiwasraya ini?

Kepala PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin, mengatakan pihaknya telah melaksanakan tugas yang diberikan. Hasilnya juga sudah diserahkan kepada Kejaksaan Agung. "Itu sudah kami lakukan sesuai dengan tugas dari PPATK. Itu sudah disampaikan kepada penegak hukum yang diminta," ujar Kiagus saat sesi Media Gathering di Pusdiklat PPATK Cimanggis, Depok, Kamis (27/2).

Namun begitu, dia memohon maaf lantaran belum bisa menyampaikan data temuan terkait kasus Jiwasraya ini agar tak menimbulkan kehebohan. "Kita tidak boleh mengumumkan. Selain itu, kami juga diminta supaya bekerja dan tidak menimbulkan kegaduhan," ucap dia.

1 dari 1 halaman

Kejaksaan Naikkan Dugaan Kerugian Jiwasraya Menjadi Rp17 Triliun

dugaan kerugian jiwasraya menjadi rp17 triliun rev1

Adapun perkembangan kasus dugaan korupsi di Jiwasraya saat ini masih terus berlanjut. Berdasarkan laporan Kejagung, kerugian negara akibat Jiwasraya telah bertambah dari Rp13,7 triliun menjadi Rp17 triliun. Sementara, total aset yang disita mencapai angka Rp11 triliun.

Kejaksaan Agung juga telah menetapkan satu tersangka baru yaknj Direktur PT Maxima Integra Group Joko Hartono Tirto. Ditetapkannya Joko sebagai tersangka turut menambah panjang daftar tersangka kasus Jiwasraya.

Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan lima orang tersangka. Antara lain Presiden Komisaris Trada Alam Minera Heru Hidayat, Direktur Utama Hanson International Benny Tjokrosaputro, serta tiga mantan pejabat Jiwasraya yakni eks Direktur Utama Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan Hary Prasetyo, dan eks pejabat perusahaan Syahmirwan.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

(mdk/bim)

Baca juga:
Cegah Kasus Jiwasraya Terulang, Asosiasi Harap Ada Komisioner Khusus Asuransi di OJK
Demokrat Sindir Pimpinan DPR: Bapak Ibu Ini Bukan Kantor Cabang Eksekutif
Ada Kasus Jiwasraya, OJK Kaji Ulang Izin Penjualan Produk Investasi di Bank
Bos OJK: Dampak Kasus Jiwasraya Kecil Sekali dan Segera Kita Selesaikan
Erick Thohir: Kasus Jiwasraya Sebuah Kebobrokan yang Harus Kita Setop
Sri Mulyani Tunggu Kajian Erick Thohir Terkait Suntikan Uang Negara untuk Jiwasraya
Erick Thohir Masih Kaji Besaran Suntikan Dana untuk Jiwasraya

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami