PR Besar Mentan Amran Versi Faisal Basri

UANG | 15 Oktober 2019 15:46 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ekonom Senior Faisal Basri mengatakan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto merupakan tiga sosok yang secara kinerja buruk dalam bantu penerimaan pajak.

Khusus untuk Amran, pekerjaan rumah terbesarnya selama masa jabatannya ialah tak bisa menentukan fokus kerja yang hendak dicapai.

"Maunya kedaulatan pangan, swasembada pangan, atau ketahanan pangan? Enggak bisa digapai semua atuh," kritik Faisal di Jakarta, Selasa (15/10).

Sebagai perbandingan, Singapura sebuah negara kecil tapi mampu mengelola lahan pertanian dengan baik. "Singapura kan tidak punya lahan pertanian, tapi jadi food security terbaik di dunia," ujar dia.

Sebuah nama yang kerap digadang-gadang sebagai calon suksesor Amran pada periode kedua Jokowi yakni Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPR RI yang membidangi soal pertanian, kehutanan, lingkungan hidup, dan pangan.

Saat dimintai tanggapan siapa kira-kira sosok yang tepat untuk menjabat sebagai Mentan pada 5 tahun mendatang, Faisal belum bisa menjawabnya. "Saya tidak tahu. Edhy Prabowo saja saya enggak tau. Bukan kompetensi saya juga pertanian. tanya orang-orang yang jago pertanian lah," tukas dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Mentan Amran: Sebentar Lagi Kita Swasembada Gula
Kejagung Periksa 2 Auditor Kementan Dalami Kasus Dugaan Korupsi Alsintan
Menteri Enggar Sebut Impor Daging Brasil Belum Dapat Restu Kementan
Mentan Amran Komunikasi Dengan Petani yang Demo
Fahri Hamzah: Standing Capaian Sektor Pertanian Sudah Sangat Tinggi
Dalam Kongres Ahli Agronomi, Menteri Amran Paparkan Kinerja Pertanian

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.