Praktik Transportasi Laut Dinilai Berantakan, ini Sebabnya

Praktik Transportasi Laut Dinilai Berantakan, ini Sebabnya
UANG | 16 September 2020 18:34 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerhati Kebijakan Publik dan Perlindungan Konsumen, Agus Pambagio, menilai Indonesia lemah dalam sektor transportasi laut, termasuk penyeberangan. Menurutnya, infrastruktur terus dibangun, namun peta komoditi logistik, penumpang, pengaturan pemain industri pelayaran dan ketersediaan regulasi yang menunjang diabaikan oleh regulator. Imbasnya, implementasi di lapangan berantakan.

"Jadi memang inti permasalahannya adalah sektor transportasi penyeberangan ini tidak pernah lepas dari permasalahan ya. Jadi sampai presiden mengeluarkan kebijakan tol laut sampai hari inipun industri maritim dan logistik tidak maju, bermasalah saja. Sementara infrastruktur terus dibangun sejak tahun 2014, tetapi juga pengaturannya itu masih membingungkan," beber Agus dalam diskusi virtual, Rabu (16/9).

Di sisi lain, Agus juga mendapati tingkat korupsi di industri kelautan yang semakin masif dan merata. Ini menjadi penghancur utama industri kelautan dan pada akhirnya logistik nasional hancur.

Di saat yang bersamaan, pemerintah berusaha menekannya dengan pengawasan secara digital. Namun, dalam pelaksanaannya terjadi monopoli oleh pengelola pelabuhan. Pada akhirnya merugikan industri penyeberangan, dunia usaha dan atau short shipping.

"Inti permasalahannya kan semua sekarang kita mengurangi resiko itu korupsi di laut pakai digitalisasi. Tetapi digitalnya juga sepertinya diproteksi mirip monopoli. Kalau saya lihat yang di Merak, di penyeberangan-penyeberangan itu agak repot. Digitalisasi oleh operator pelabuhan yang merangkap operator ini angkutannya. Jadi pasti dia akan memproteksi angkutannya," kata Agus.

Baca Selanjutnya: Perizinan DIminta di Bawah Satu...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami