Prediksi 4 Tren Ekonomi Digital yang Bakal Naik di 2022

Prediksi 4 Tren Ekonomi Digital yang Bakal Naik di 2022
CEO of Dentsu Indonesia dan Singapura Prakash Kamdar. ©2022 Liputan6.com/Maulandy Rizki Bayu Kencana
EKONOMI | 17 Januari 2022 16:41 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Dentsu Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan skala baru (scaling new heights) menghadapi pertumbuhan ekonomi digital pada 2022 dan tahun selanjutnya. Itu juga selaras dengan fokus pemerintah pada pembangunan ekonomi berkelanjutan dan inklusif untuk memerangi krisis perubahan iklim.

CEO of Dentsu Indonesia dan Singapura, Prakash Kamdar mengaku memiliki tanggung jawab untuk memainkan peran untuk mencapai tujuan bangsa, utamanya di ekonomi digital.

"Kami memiliki fondasi dan kesadaran digital yang kuat di Dentsu Indonesia yang akan terus kami perkuat. Sehingga kami dapat meningkatkan dan membantu Indonesia mencapai ketinggian baru," kata dia di Kantor Detsu Indonesia, Jakarta, Senin (17/1).

Prakash menyampaikan, pihaknya akan terus meningkatkan kapabilitas creative, media, and customer experience management (CXM), dan meluncurkan solusi inovatif baik untuk incumbent maupun start-up, dengan semangat gotong royong.

Dalam hal ini, Dentsu Indonesia melihat 4 tren utama yang bakal meningkat pada 2022:

1. Dunia yang semakin banyak data, didorong oleh algoritma, dan lebih terhubung untuk mendorong pengalaman konsumen yang lebih dipersonalisasi dan menarik. Namun, tetap diimbangi dengan kebutuhan privasi data pribadi

2. Perubahan gaya hidup terkait pandemi terus berlanjut, terutama e-commerce, live commerce, gaming, dan e-health

3. Metaverse berakselerasi dan web 3.0 kemungkinan akan mengikuti, ini berupa taruhan besar big tech pada metaverse.

4. Profit in Purpose, perusahaan tidak akan merasakan keuntungan jika ia mendorong pertumbuhan dan konsumsi yang sembrono dengan mengorbankan manusia dan planet kita.

"Permintaan yang meningkat untuk pengalaman fisik akan meledak dengan orang-orang yang sebagian besar terkurung di rumah selama tahun 2020 dan 2021, dan oleh karena itu bangkit kembali secara besar-besaran di sektor perjalanan dan perhotelan," tutur Prakash.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Ada Pandemi, Harga Saham Multipolar Melambung 421 Persen
Daftar 10 Startup Korea yang Didanai Investor Raksasa selama 2021, No 9 Paling Unik
Bank Digital Bank Neo Commerce Incar 15 Juta Nasabah Baru Tahun Depan
Pemerintah Tunjuk 94 Perusahaan Digital Pungut Pajak, Termasuk Booking.com & LinkedIn
Sambut G20, Jokowi Minta Kemenko Perekonomian Selesaikan Strategi Ekonomi Digital
Bergelar Bank Digital, Ini Pencapaian Penting Bank Neo Commerce selama 2021

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami