Presiden Jokowi: Ada yang Halangi Saya Selesaikan Masalah Defisit Pasti Saya Gigit

UANG | 11 November 2019 21:04 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan Indonesia sudah berpuluh tahun menanggung masalah defisit neraca berjalan dan perdagangan. Presiden memastikan telah menyiapkan sejumlah strategi penyelesaian untuk mengatasinya dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

"Sekali lagi saya sampaikan dalam rapat internal, jangan ada yang coba-coba halangi saya dalam selesaikan masalah yang tadi saya sampaikan. Pasti akan saya gigit dengan cara saya," ujarnya saat kongres Partai Nasdem di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Senin (11/11).

Presiden Jokowi menekankan solusi mengatasi defisit tak lain dengan menekan impor dan menggenjot ekspor. Impor minyak akan dikurangi dengan penerapan biodiesel. Produksi migas dalam negeri bakal ditingkatkan.

"Saya sampaikan, saya tidak mau impar impor terus," tegas Presiden Jokowi.

1 dari 1 halaman

Omnibus Law Pertama Dalam Sejarah

Presiden Jokowi menambahkan, dalam menghadapi tekanan ekonomi dunia, pemerintah bertekad menyederhanakan aturan melalui Omnibus Law. Tujuannya investasi bisa deras masuk ke Indonesia.

"Ada 70 UU yang nanti akan kami mintakan revisi menjadi satu UU saja. Ini memang belum pernah terjadi di republik kita. Ini akan kita lakukan. Sehingga kecepatan kita bertindak dan memutuskan akan didukung apabila UU satu ini bisa diselesaikan," jelasnya.

Presiden Jokowi mengingatkan sudah banyak negara dunia mengalami resesi atau perlambatan ekonomi saat ini. Indonesia termasuk beruntung karena bisa mempertahankan pertumbuhan ekonominya di kisaran 5 persen.

"Negara yang lain dulu pertumbuhan ekonomi 7 persen sekarang masuk minus. Dulu 5 persen, masuk ke hampir nol persen. Banyak," ucapnya.

(mdk/bim)

Baca juga:
5 Sektor Prioritas Presiden Jokowi Perbaiki Defisit Neraca Perdagangan
Patuh Aturan, 9 Perusahaan Kembali Bisa Ekspor Nikel
PT Dirgantara Indonesia Kirim Satu Unit Pesawat NC212i pesanan Thailand
Aturan Baru, Sri Mulyani Kenakan Tarif Impor Tekstil Hingga 67 Persen
Ekspor Sumbang Penurunan Defisit Transaksi Berjalan
Menperin Minta Kemendag Hentikan Impor Cangkul
Presiden Jokowi Minta Pembangunan Infrastruktur Tak Banyak Gunakan Produk Impor