Presiden Jokowi: Kita Butuh Pahlawan Pemberantas Kemiskinan dan Keterbelakangan

UANG | 10 November 2019 09:59 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan pahlawan atau pejuang dalam pemberantasan kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan kesenjangan dan sejenisnya.

"Menjadi kewajiban kita bersama sebagai penerus untuk terus mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan," kata Jokowi usai menjadi inspektur Upacara Ziarah Nasional dalam rangka Peringatan Hari Pahlawan di TMP Kalibata Jakarta, Minggu (10/11).

Jokowi menegaskan bahwa perjuangan yang harus dilanjutkan terutama perjuangan dalam memberantas kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, kesenjangan dan lainnya

"Kita ingat bahwa para pahlawan telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan negara kita, dan menjadi kewajiban kita bersama sebagai penerus untuk terus mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan," kata Jokowi.

Jokowi kembali menyebut bahwa bangsa besar adalah bangsa yang mau menghargai menghormati jasa jasa para pahlawan.

Tema Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 adalah “Aku Pahlawan Masa Kini”. Dengan tema itu diharapkan setiap insan masyarakat Indonesia memiliki semangat kepahlawanan dan tergerak hatinya untuk berjuang membangun negeri sesuai kemampuan dan profesi masing-masing.

1 dari 1 halaman

Jokowi Sebut Kemiskinan Dekati 0 Persen Pada 2045

Presiden Jokowi mengungkapkan cita-cita bangsa untuk menghapus kemiskinan mendekati 0 persen pada 2045. Indonesia pada 2045, telah keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah.

Indonesia, lanjutnya, sudah menjadi negara maju dengan pendapatan menurut hitung-hitungan Rp320 juta per kapita per tahun atau Rp27 juta per kapita per bulan. "Itulah target kita. Target kita bersama," ujarnya saat pidato pelantikan presiden di Gedung DPR, Jakarta, Minggu (20/10).

Dia melanjutkan, mimpi kita di tahun 2045, Produk Domestik Bruto Indonesia mencapai USD 7 triliun. Indonesia sudah masuk 5 besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati nol persen.

"Kita harus menuju ke sana. Kita sudah hitung, sudah kalkulasi, target tersebut sangat masuk akal dan sangat memungkinkan untuk kita capai," jelasnya.

Presiden Jokowi mengingatkan semua target itu tidak datang otomatis dan mudah. Harus disertai kerja keras. "Kita harus kerja cepat, harus disertai kerja-kerja bangsa kita yang produktif," tuturnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Kisah Pilu Balita di Bogor Menderita Tumor Mata Kucing
Derita Pemilik Rumah Usang di Tengah Apartemen Thamrin 5 Tahun Kesulitan Air Bersih
Luncurkan 200 Zona Baru, Dompet Dhuafa Terus Tekan Angka Kemiskinan
Nestapa Kudus, Warga Jakarta Belasan Tahun Hidup Tanpa Listrik
Cita-cita Jokowi Kemiskinan 0 Persen Mustahil Tercapai
Soal Gaji Rp27 Juta per Kapita, Presiden Jokowi Dinilai Jual Mimpi