Presiden Jokowi Minta Jangan Ada yang Mengulang Kesalahan Dirut Garuda Indonesia

UANG | 6 Desember 2019 16:57 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo meminta kepada dirut atau pegawai BUMN untuk tidak lagi melakukan kesalahan yang sama dilakukan mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara. Diketahui Ari terbukti sebagai pemilik komponen motor Harley Davidson seharga Rp800 juta yang diangkut pesawat Garuda tipe Airbus 330-900.

"Sudah diputuskan oleh Menteri BUMN, sudah itu tegas sekali, saya kira pesannya tegas sekali sudah, saya tidak akan mengulang, jangan ada yang mengulang-ngulang seperti itu lagi. Sudah," kata Jokowi usai peresmian Tol Jor II Arus Kunciran-Serpong di Gerbang Tol Parigi, Kota Tangerang, Jumat (6/12).

Dia menjelaskan, arahan tersebut sudah tegas dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir untuk mencopot Ari.

"Gimana sudah tegas banget, Menteri BUMN sudah tegas sekali, sudah, itu pesan untuk semuanya, jangan main-main, sudah," kata Jokowi.

1 dari 1 halaman

Erick Thohir Copot Dirut Garuda

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara atas penyelundupan onderdil Harley Davidson keluaran 1970-an yang didatangkan dari Prancis. Pemecatan tersebut usai Ari Ashkara mengaku merupakan pemilik barang selundupan tersebut.

"Saya sebagai Kementerian BUMN akan memberhentikan saudara Direktur Utama Garuda Indonesia," ujar Erick di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12).

Erick mengatakan, pemecatan Ari Ashkara tidak bisa dilakukan secara langsung sebab harus melewati proses Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa. Mengingat perusahaan tersebut merupakan perusahaan milik publik.

"Untuk proses pemberhentian tidak bisa langsung hari ini, nanti ada rapat pemegang saham umum. Tapi kita langsung menunjuk pelaksana tugas," jelasnya.

Dia menambahkan, Kementerian BUMN sebenarnya menginginkan Ari Ashkara mengundurkan diri. "Saya tadi pagi mengharapkan individu yang terlibat mengundurkan diri dari pada dicopot dengan tidak hormat. Dari pada malu disorot keluarga, tetangga," jelasnya.

(mdk/idr)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.