Presiden Jokowi Perkirakan Proyek Listrik Hanya Capai 20 Ribu MW

UANG | 2 Desember 2018 11:49 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tak mau membebani PT PLN (Persero) mengenai target pembangunan pembangkit listrik 35 ribu Mega Watt (MW) yang pernah dicanangkan sebelumnya. Mengingat, PT PLN menanggung cukup beban biaya untuk merealisasikan program ini.

"Kalau kita hanya melihat angka 35.000 itu kalau kelebihan bebannya juga ada di PLN. PLN juga menyesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada," ujar Jokowi di Bogor, Minggu (2/12).

Jokowi memperkirakan, hingga akhir masa kepemimpinanya nanti, pembangunan pembangkit listrik diperkirakan hanya sekitar 20 ribu MW. Jumlah itu diklaim sudah jauh lebih baik dibandingkan lima tahun sebelumnya.

Pada lima tahun sebelumnya, pertumbuhan pembangkit listrik rata-rata sekitar 3.000-3.500 MW tiap tahunnya. Tak hanya itu, penambahan pembangkit sebesar 20 ribu MW ini dinilai juga sudah sesuai dengan kebutuhan yang ada.

"Itu susah bagus sekali, sudah berkali-kali lipat. Dan itu juga memang ini disesuaikan dengan pertumbuhan industri kita, pertumbuhan kebutuhan listrik di rumah tangga-rumah tangga yang ada," pungkas Jokowi.

Reporter: Ilyas Istianur Praditya

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
PLN peroleh kredit sindikasi internasional senilai USD 1,62 M untuk proyek 35.000 MW
10 Persen pembangkit listrik di proyek 35.000 MW sudah beroperasi
Desa Kwaebandan di Papua kini sudah dialiri listrik
Penuhi kebutuhan listrik RI, PLN terbitkan Global Bond USD 1,5 miliar
Diundur, mega proyek 35.000 MW beroperasi penuh 2024

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.