Presiden Jokowi resmikan perluasan terminal Bandara Supadio di Pontianak

Presiden Jokowi resmikan perluasan terminal Bandara Supadio di Pontianak
Jokowi di Rapimnas Hanura. ©Setpres RI/Rusman
UANG | 28 Desember 2017 14:19 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo meresmikan perluasan terminal domestik dan internasional Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana.

"Dengan mengucap bismillah, terminal penumpang Bandara Internasional Supadio di Pontianak siang hari ini saya nyatakan dibuka," ujar Presiden Jokowi seperti dikutip Antara di bandara Supadio, Pontianak, Kamis (28/12).

Presiden Jokowi tidak meninjau keseluruhan bagian bandara. Namun, bagian depan terminal hingga bagian pelengkap lainnya seperti ornamen bandara yang cukup megah tidak luput dari perhatian Presiden Jokowi.

"Saya tadi melihat dari depan terminal bandara internasional Supadio Pontianak ini begitu sangat megahnya dengan ornamen dayak yang sangat artistik, dan kita harapkan bandara ini mencukupi untuk penumpang yang sudah sekian tahun selalu membeludak," jelasnya.

Presiden Jokowi mengatakan pertumbuhan penumpang di bandara tersebut sekitar 15 persen. Ke depan angka tersebut diprediksi masih akan terus mengalami peningkatan. "Saya dapat informasi karena pertumbuhan penumpang yang ada di bandara ini 15 persen, artinya kalau sekarang sudah ada 3,5 juta penumpang berarti tahun depan tidak cukup lagi terminal ini."

Untuk mampu menampung jumlah penumpang yang terus meningkat, pemerintah berencana memperluas kembali bandara tersebut menjadi 64.000 meter persegi. Di mana, luas terminal bandara hingga kini baru mencapai 32.000 meter persegi.

"Tadi saya bisik-bisik dengan Pak Menhub kalau terminal ini tidak cukup berarti harus dibangun lebih besar lagi, ini sudah 32.000 meter persegi, berarti kalau mau mengejar pertumbuhan 15 persen harus dibangun 2 kali lipat menjadi 64.000 meter persegi, tapi saya mau lihat apakah betul-betul pertumbuhan dan terminal yang begitu besar seperti ini sudah tidak mencukupi lagi," tutur Presiden.

Presiden Jokowi juga menambahkan, ada kebutuhan penambahan runway (landasan pacu) bandara. Rencananya pembangunan runway akan disiapkan menjadi dua bagian. Namun demikian, pemerintah masih akan mempertimbangkan sejauh mana rencana tersebut dibutuhkan.

"Kedua berkaitan dengan runway ada perencanaan runway tidak hanya satu nantinya juga disiapkan dua, tadi Dirut AP menyampaikan ke saya untuk rencana itu tapi keputusannya kita lihat dulu, kalau traffic padat mau tidak mau runway harus dibangun lagi," jelasnya.

Sebagai informasi, terminal bandara tersebut diperluas dari 13.683 meter persegi kini menjadi 32.000 meter persegi, jumlah penumpang yang sebelumnya mencapai 1,5 juta orang per tahun kini bisa menampung 3,8 juta penumpang tiap tahun. Demikian juga landasan pacu yang saat ini mencapai 2.250x45 meter ditingkatkan menjadi 2.650x45 meter dan akan ditingkatkan menjadi 3.000x45 meter tahun depan. (mdk/azz)

Baca juga:
Jokowi: Masa urusan perizinan harus dari presiden
Pesan Presiden Afganistan soal persatuan yang dipegang Jokowi
Jokowi janji revitalisasi limbah di Sungai Citarum
Jokowi minta penerima dana abadi pendidikan diseleksi: Jangan asal kirim
Didampingi Ibu Negara, Jokowi bakal hadiri Natal bersama di Pontianak
ICW sebut di era Jokowi infrastruktur jadi ladang korupsi
Jokowi sebut mulai 2019 fokus bangun SDM

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami