Presiden Jokowi Restui Dana Alokasi Khusus Digunakan Bangun PTSP Daerah

Presiden Jokowi Restui Dana Alokasi Khusus Digunakan Bangun PTSP Daerah
UANG | 20 Februari 2020 12:11 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengabulkan permintaan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Daerah. Dana tersebut rencananya akan mulai dikucurkan paling lambat tahun 2021.

"Saya sudah langsung perintah ke Menkeu kalau bisa tahun ini, kalau tidak bisa tahun depan DAK akan diberikan kepada PTSP," kata Presiden Jokowi saat membuka rapat koordinasi nasional investasi untuk Indonesia Maju di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (20/2).

Presiden Jokowi berharap DAK tersebut dapat digunakan untuk sosialisasi, serta memperbaiki manajemen sistem dalam melayani masyarakat. Sehingga, kata dia, PTSP bukan lagi kantor kelas 2 atau 3.

"Saya ingin kantor PTSP berada di rangking satu dari seluruh gagasan daerah," ungkap Presiden Jokowi.

Tidak hanya melayani masyarakat, PTSP juga betul-betul bisa mengurus perizinan investasi. Serta menyelesaikan masalah yang dialami investor. "Melayani investasi dan menyelesaikan masalah yang dialami investor," kata Presiden Jokowi.

1 dari 1 halaman

Jokowi Instruksikan Perizinan 4 Sektor ini Jadi Prioritas dalam PTSP

perizinan 4 sektor ini jadi prioritas dalam ptsp

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ada empat sektor yang menjadi prioritas di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Empat sektor tersebut akan dikejar perizinannya agar cepat keluar.

Sektor pertama adalah ketenagalistrikan. Menurut Jokowi, saat ini beberapa kabupaten kota mengalami defisit listrik atau krisis listrik. Untuk itu, sektor listrik akan menjadi prioritas pertama dalam pelayanan izin tersebut.

"Sekarang ini hampir semua provinsi kekurangan listrik, defisit listrik, sehingga itu diprioritaskan percepatan untuk percepat proses itu peluang diberikan yang sudah ada atau perusahaan yang eksisting untuk ekspansi," ujar Jokowi dalam peluncuran PTSP di Kantor BKPM, Jakarta, Senin (26/1).

Lalu, kata Jokowi, sektor kedua adalah tambang batu bara yang telah memiliki konsesi untuk membangun pembangkit listrik mulut tambang. Ketiga adalah sektor yang berbasis bahan mentah untuk melakukan hilirisasi.

"Sehingga hasil dari industri ini bisa diolah di dalam negeri, menjadi barang jadi maupun setengah jadi yang diekspor. Sektor keempat adalah industri maritim. Keempat sektor ini yang akan terus dikejar," pungkas dia.

(mdk/bim)

Baca juga:
Menko Luhut Soal Omnibus Law: Pemerintah Sangat Berkepentingan Melindungi Buruh
28 Februari, Calon Investor Dunia di Ibu Kota Baru Temui Presiden Jokowi
Bahlil Curhat BKPM Dulu Seperti Kantor Pos, Tertinggal dari Vietnam & Thailand
Bos BKPM Heran Masih Ada Kepala Daerah yang Belum Serahkan Izin Investasi ke PMPTSP
Ekonomi RI Tak Bisa Hanya Mengandalkan Ekspor dan Belanja Pemerintah
Bos BKPM Siap Pasang Badan Jika Anak Buah Dipidana Karena Izin Investasi
Cerita Bos BKPM Sulit Atasi Persoalan Izin Investasi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami