Presiden Jokowi Sebut Infrastruktur Kunci Indonesia jadi Negara Berpenghasilan Tinggi

Presiden Jokowi Sebut Infrastruktur Kunci Indonesia jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
UANG | 4 Juli 2020 11:41 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan untuk Indonesia naik status jadi kategori berpenghasilan tinggi dari berpendapatan menengah atas bukan hal mudah. Butuh beberapa persyaratan yang harus dilakukan bersama.

"Kita butuh infrastruktur yang efisien ini sudah mulai kita bangun, kita butuh cara kerja yang cepat, kompetitif dan berorientasi pada hasil ini terus kita upayakan," kata Jokowi dalam saat Peresmian Pembukaan Konferensi Forum Rektor Indonesia (FRI) Virtual Tahun 2020 di Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/7).

Tidak hanya infrastruktur, dia juga menjelaskan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, dan inovatif juga harus mumpuni. Sebab itu kata dia, peran pendidikan tinggi yaitu pengembangan ilmu pengetahuan juga harus dilakukan.

"Perlu saya tegaskan bahwa tugas mulia tersebut tidak bisa dikerjakan dengan cara biasa-biasa saja, kesempatan kita sangat sempit," ungkap Jokowi.

Sebab itu kata Jokowi, seluruh pihak harus berubah. Tidak bisa dengan cara-cara lama.

"Kita harus mengembangkan cara-cara baru, mengembangkan strategi baru, yang smart short cut, yang out of the box," ungkap Jokowi.

1 dari 1 halaman

Indonesia Naik Peringkat

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan Bank Dunia telah menaikkan peringkat Indonesia. Dari negara berpendapatan menengah ke bawah (lower middle income country) menjadi negara berpendapatan menengah ke atas (upper middle income country).

Luhut cukup terkejut dengan kenaikan peringkat itu yang dilakukan di tengah kondisi pandemi corona.

"Saya ingin juga sampaikan berita baik untuk kita bahwa Indonesia ini diumumkan oleh World Bank telah naik dari lower middle income country menjadi upper middle income country. Saya juga cukup kaget melihat ini, karena diumumkan pada saat seperti ini," katanya seperti dikutip dari Antara dalam peluncuran kampanye #SemuanyaAdaDisini secara virtual, Rabu (1/7).

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengatakan melepaskan diri dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap jadi salah satu tantangan perekonomian Indonesia ke depan.

Dia menyebut hanya sedikit negara yang berhasil lolos dari jebakan middle income yaitu Singapura, Jepang, dan Korea Selatan. Oleh karena itu, Indonesia harus memperhatikan sejumlah masalah terkait dengan produktivitas, daya saing, dan Sumber Daya Manusia (SDM). (mdk/did)

Baca juga:
Jokowi Yakin 2045 Indonesia Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2020 Diprediksi Minus 6 Persen
Menko Airlangga Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2020 Minus 3,1 Persen
Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh Minus 0,4 Persen Sepanjang 2020
Apindo Ungkap Pemulihan Ekonomi Terkendala Masih Lesunya Konsumsi Masyarakat
Mengupas Dampak Indonesia Naik Jadi Negara Berpendapatan Kelas Menengah Atas
Pengusaha Keluhkan Implementasi Stimulus Ekonomi Berjalan Lambat

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami