Presidensi G20 Indonesia Berpotensi Ciptakan 33.000 Lapangan Kerja

Presidensi G20 Indonesia Berpotensi Ciptakan 33.000 Lapangan Kerja
lowongan kerja. ©2018 liputan6.com
EKONOMI | 6 Oktober 2022 15:36 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Indonesia resmi menjadi tuan rumah Presidensi G20 selama setahun penuh, yakni mulai 1 Desember 2021 hingga KTT G20 pada November 2022. Perhelatan tersebut berpotensi menciptakan 33.000 lapangan kerja, dan nilai konsumsi diperkirakan mencapai Rp1,7 triliun.

Angka tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri Bidang Produktivitas dan Daya Saing, Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya, dalam Konferensi Pers #G20Updates, Kamis (6/10).

Eddy mengatakan dalam Presidensi G20 ada 160 event resmi yang terdiri dari 49 main event dan 111 side event. Menurutnya, apapun event-event tersebut UMKM selalu diikut sertakan, karena UMKM merupakan gabungan dari berbagai sektor.

Tercatat ada 23 Kementerian yang saling berdampingan dengan UMKM, artinya mereka juga melaksanakan pekerjaan sesuai sektor masing-masing yang membina dan membesarkan UMKM.

“Ada 20.000 delegasi, katakanlah delegasi tentu memanfaatkan event-event untuk wisata dan sebagainya. Potensi penciptaan lapangan kerja 33.000 tentu saja bisa membesar nanti, dan nilai konsumsi diperkirakan Rp1,7 triliun potensi Presidensi G20,” tegas Eddy.

2 dari 3 halaman

Harus Dimanfaatkan Sebaik Mungkin

Menurutnya, momentum Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 harus dimanfaatkan sebaik mungkin di berbagai aspek. Salah satunya membangkitkan peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Momen ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa UMKM Indonesia mempunyai banyak produk berkualitas internasional.

"Kami dari KemenkopUKM tentu saja memaksimalkan event G20 ini, bagaimana sebanyak mungkin UMKM kita bisa berpartisipasi,' ujarnya.

Adapun khusus untuk pemilihan UKM sebagai penyedia official merchandise. Merchandise dalam event besar itu merupakan salah satu sumber untuk mendulang rupiah. Oleh karena itu, Kementerian Koperasi dan UKM sangat serius melakukan kurator UKM sejak Indonesia diputuskan menjadi tuan rumah Presidensi G20.

"Kementerian Koperasi dan UKM melalui SMESCO bersama kurator independent melakukan kurasi produk untuk official merchandise G20 Indonesia," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Tercatat 1.204 UMKM Mendaftar

Dalam prosesnya, tercatat 1.204 UKM yang mendaftar melalui www.dataukm.semsco.go.id, kemudian diseleksi menjadi 20 UKM. Bagi UKM yang lolos mereka melakukan presentasi produk secara online melalui zoom.

Dari 20 UKM yang terpilih untuk menjadi official merchandise G20 Indonesia, kategorinya ada craft, fesyen, makanan, kosmetik, dan wellness.

"Ini memang hal spesifik kita kelihatannya, sebagai negara berkembang punya berbagai daya tarik wisata, fashion, dimana kita salah satu negara muslim terbesar."

Eddy menyebut, kuratornya pun tidak asal-asalan. Kurator yang dipilih adalah kurator yang mampu menilai produk UKM dengan baik. Di antaranya, ada kurator Patrive Desilles ESMOD Jakarta, Uci Soemarno Graphic Design Professional, Yukako Akashi yakni Dewan Kerajinan Indonesia, dan Solihin Sofian yang merupakan PAA kosmetika Indonesia.

"Inilah gambaran bagaimana kami di Kementerian Koperasi dan UKM siap dengan segala kondisi yang ada, meskipun terbatas anggaran tapi kita bersinergi kemudian berkolaborasi dengan instansi di luar begitupun di dalam kami mensinkronkan anggaran, dan juga bersinergi dengan lembaga-lembaga internasional," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)

Baca juga:
Menko Luhut: Polri Menyerap Produk Dalam Negeri di Atas 70 Persen
Taman Hutan Raya Ngurah Rai Siap Sambut Delegasi KTT G20
Puan Maharani Ajak G20 Kerja Sama Hadapi Ancaman Resesi Ekonomi
Luhut Minta WFH dan Sekolah Daring Selama Puncak KTT G20, Ini Respons Wagub Bali
Jelang Puncak G20, Menkominfo sebut Peningkatan Kualitas Jaringan Telah Disiapkan
Digitalisasi Mampu Pulihkan Ekonomi Yogyakarta dengan Cepat
Jelang Puncak KTT G20, Jokowi Panggil Menteri Bahas Masalah Ukraina

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini