Presidensi G20 Momentum Indonesia Raih Kepercayaan Investor Global

Presidensi G20 Momentum Indonesia Raih Kepercayaan Investor Global
buruh wanita di pabrik sharp karawang. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman
EKONOMI | 13 Mei 2022 11:29 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Momentum Presidensi Indonesia di Group of 20 (G20) harus dimanfaatkan untuk mendorong penguatan sektor industri di tengah kondisi dunia yang dilanda krisis multidimensional akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung lebih dari dua tahun. Kegiatan ini memiliki kekuatan politik dan ekonomi serta kapasitas untuk mendorong pemulihan, sesuai dengan tema Presidensi G20 2022, yaitu Recover Together, Recover Stronger.

"Presidensi Indonesia di G20 fokus pada tiga sektor prioritas yang dinilai menjadi kunci bagi pemulihan yang kuat dan berkelanjutan, yakni arsitektur kesehatan global, transisi energi berkelanjutan, dan transformasi digital dan ekonomi," kata Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi di Jakarta, Jumat (13/5).

Doddy menyampaikan, pihaknya beberapa waktu lalu menggagas Seminar Nasional dengan mengambil tema Penguatan Industri di Tengah Momentum Presidensi G20, yang dihadiri lebih dari 700 peserta dari kalangan pemerintahan, akademisi, praktisi, industri, asosiasi industri. Seminar nasional ini mengangkat tema pembahasan untuk dua sektor prioritas, yaitu transformasi digital dan transisi energi.

Seminar nasional Presidensi G20 tersebut manyajikan 58 naskah ilmiah yang terkait dengan tema transformasi digital dan energi berkelanjutan. Diharapkan kegiatan ini bisa mendorong peningkatan kompetensi SDM industri dan ASN melalui diseminasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Hasil seminar akan menjadi prosiding yang terdaftar dalam ISBN yang diterbitkan dan diproses secara e-Jurnal di Kemenperin. Jurnal ini dapat menjadi sumber ilmu pengetahuan, pemahaman yang baru untuk jadi bahan pertimbangan keputusan oleh berbagai pihak," ungkap Doddy.

Doddy melanjutkan, melalui Presidensi G20, Indonesia punya peluang besar untuk meraih kepercayaan investor global. Hal ini berkontribusi pada pertumbuhan sektor industri dan penciptaan lapangan kerja, yang berdampak pada percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Sepanjang tahun 2021, sektor industri pengolahan nonmigas memiliki kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 17,36 persen, yang sumbangsihnya antara lain dari sektor industri makanan dan minuman, industri kimia, farmasi dan obat tradisional, serta industri barang logam.

2 dari 2 halaman

Pembahasan Sektor Industri Sangat Penting

industri sangat penting

Melihat pentingnya sektor industri terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan global, pada Presidensi G20 tahun ini dimasukkan pembahasan isu industri secara khusus dalam Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG).

Kemenperin menaruh harapan besar kepada sektor industri manufaktur untuk dapat memanfaatkan penyelenggaraan Presidensi G20, dapat dimanfaatkan sebagai ajang berbagi pengalaman industrialisasi, di negara maju.

"Hal ini bertujuan meningkatkan peran industri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan guna mengatasi disrupsi rantai pasok dunia, dan tentunya akan berdampak pada pembukaan lapangan kerja baru, serta meningkatkan nilai tambah ekonomi," jelas Doddy.

(mdk/bim)

Baca juga:
Suhu Tahunan Bumi Diperkirakan Naik 1,5 Derajat Celcius dalam Lima Tahun ke Depan
Jubir G20: Munculnya Penyakit Baru dan Pandemi Ancaman Nyata Dari Perubahan Iklim
Tiga Isu Energi yang Diangkat Dalam Presidensi G20
Sofitel Bali Nusa Dua Jadi Official Resort untuk Acara UN-DRR dan G20 Indonesia
Luhut Pesan Pengamanan dan Kenyamanan Pimpinan Negara saat KTT G20 Diutamakan
Upaya Diplomatik Jokowi Undang Rusia & Ukraina Dinilai Demi Jaga Keutuhan G20
Jokowi: Putin akan Datang ke Indonesia Hadiri KTT G20

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini