Prestasi Menteri Sri Mulyani Hingga Diganjar Penghargaan Statepersons Awards 2019

UANG | 8 November 2019 11:22 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, mendapatkan Penghargaan di Asian Business Leadership Forum (ABLF) Awards 2019 untuk kategori Statepersons Awards yang diselenggarakan di Dubai, Uni Emirat Arab (UAE). Penghargaan tersebut diserahkan oleh Anggota Kabinet dan Menteri Toleransi, UEA, Sheikh Nahayan Mabarak Al Nahayan.

Penghargaan ini merupakan penghargaan global yang diterima Menteri Sri Mulyani karena menghadirkan berbagai instrumen kebijakan untuk memperkuat perekonomian di Indonesia. Selain itu, dia juga dianggap mampu melewati krisis ekonomi di Asia Tenggara pada tahun 2007-2010 dan selama di Bank Dunia mampu memberikan kesempatan kerja yang adil dengan mengkampanyekan kesetaraan gender di tempat kerja.

"Penghargaan ini adalah untuk Indonesia dan untuk 82.000 pegawai Kementerian Keuangan. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas hasil kerja bersama dan dedikasi Pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang akan dilanjutkan oleh Wakil Presiden Kyai Ma’ruf," ujarnya melalui siaran pers, Jakarta, Jumat (8/11).

"Prestasi di Bank Dunia adalah kerja bersama seluruh manajemen di Bank Dunia. Terima kasih saya ucapkan kepada semua pihak atas dedikasi yang tidak pernah berhenti untuk menciptakan kemajuan dan kesejahteraan untuk seluruh masyarakat dunia. Kita lanjutkan upaya bersama menuju dunia yang lebih adil, makmur dan lebih baik," jelasnya.

Asian Business Leadership Forum adalah rangkaian acara kepemimpinan bisnis paling berpengaruh di Asia yang menyatukan para pemimpin global dalam diskusi dan kolaborasi. Adapun format pertemuan terbagi menjadi tiga yaitu, ABLF Talks, ABLF Awards, dan Publikasi yang diakui ABLF seperti penerbitan, media penyiaran, dan digital ABLF.

Forum yang didirikan pada 2007 ini juga memberikan penghargaan (ABFL Awards) kepada para pemimpin yang memiliki prestasi, rasa tanggung jawab mereka terhadap komunitas, negara, dan pasar global tempat mereka tinggal dan bekerja. ABLF Awards, merupakan penghargaan terkemuka dan berintegritas dan berfokus pada pengakuan intelektual para pemimpin Asia yang penuh inspirasi di seluruh dunia.

Melalui dukungan Anggota Kabinet dan Menteri Toleransi, Sheikh Nahayan Mabarak Al Nahayan dalam Asian Business Leadership Forum (ABLF) memiliki tujuan untuk mendorong inovasi, agar lebih banyak talenta wirausaha yang dapat tumbuh, sehingga sangat bermanfaat bagi masa depan Asia.

1 dari 1 halaman

Cerita Sri Mulyani Pernah Bercita-cita Jadi Guru

Sri Mulyani Indrawati merupakan sosok menyedot perhatian. Apalagi Baru-baru ini, dia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik di Asia Pasifik pada 2018 versi majalah keuangan FinanceAsia. Menurut FinanceAsia, Sri Mulyani berhasil membawa perekonomian Indonesia ke arah lebih baik.

Sri Mulyani dianggap berhasil memanfaatkan kesempatan kemajuan ekonomi global untuk mereformasi struktur keuangan pada 2017, sehingga dapat bertahan saat terjadi kenaikan suku bunga di Amerika Serikat. Tak hanya itu, ia juga mendapatkan penghargaan menteri terbaik di dunia dalam World Government Summit yang diselenggarakan di Dubai, Uni Emirate Arab.

Namun siapa sangka kalau Sri Mulyani ketika masa kecil tak bermimpi untuk menjadi menteri keuangan. Sri Mulyani ingin menjadi guru taman kanak-kanak (TK). Sri Mulyani menuturkan, dirinya menyukai anak-anak. Ia kagum melihat ekspresi anak-anak dalam interaksi.

"Pengen jadi guru TK. I love children. Menyanyi, lihat wajah mereka, bagaimana mereka gembira, bagaimana mereka berekspresi, takut saat berinteraksi. Adrenalin itu muncul," ujar Sri Mulyani saat acara Youth X Public Figure, Sabtu (12/5).

Kemudian ketika masuk masa sekolah, Sri Mulyani ingin menjadi guru Bahasa Inggris. Ini karena melihat guru Bahasa Inggris saat SMP menjadi teladan buat dirinya.

"Saya SMP punya guru Bahasa Inggris yang sangat menarik. Gurunya perempuan, bu Hari. Ia bajunya rapi, dan cara jelasin bagus, gestur tubuh menyenangkan. Ini role model, mungkin jadi guru Bahasa Inggris," tutur Sri.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut melanjutkan, ketika masuk sekolah menengah umum (SMU) mengambil jurusan IPA. Akan tetapi, ia tak berminat untuk ambil jurusan kuliah berkaitan dengan ilmu pasti.

Apalagi Sri Mulyani melihat saudaranya sebagian besar juga sudah menjadi dokter dan insinyur. Anak ketujuh dari 10 bersaudara ini pun memutuskan mengambil jurusan ekonomi.

Sri Mulyani mengaku menyukai data dan membaca buku sehingga juga mendukung dirinya saat mengambil jurusan ekonomi ketika kuliah. Namun orangtuanya pun sempat kurang setuju.

"Saya sebenarnya sudah diterima di IPB tanpa tes. Tapi kurang kreatif dan tidak lucu. Saya ambil jurusan sosial, ekonomi. Orangtua bilang kamu nanti jadi clerk penerima uang. Sedangkan bapak ibu saya dosen, masuk ekonomi tidak jadi menteri keuangan saya mau jadi dosen dan peneliti. Saya senang data dan baca buku," kata dia.

Selain itu, Sri Mulyani juga mengaku suka memperhatikan perilaku atau sikap orang lain. Oleh karena itu, dia sempat ingin masuk jurusan psikologi. Dirinya senang berinteraksi sosial dan memperhatikan sikap orang lain. Dengan mengenal sikap dan perilaku orang lain juga memiliki manfaat positif untuk ambil kebijakan.

"Understand people buat ultimate relation agar bisa connect. Ekonomi itu ada psikologinya. Behaviour dari konsumen, perusahaan. Saat buat kebijakan ini, rakyat bagaimana reaksinya. Tujuan instrumen apa yang mau diambil itu sangat mengasyikkan dan menyenangkan," tandasnya.

(mdk/bim)

Baca juga:
5 Sumber Penyebab Resesi Ekonomi Bisa Muncul di Indonesia
BI Ungkap Alasan Vitalnya Swasta dalam Pembangunan Infrastruktur 5 Tahun Mendatang
Jubir Istana Kumpulkan Data Desa Fiktif
Indef Soal Desa Fiktif: Ada Proses Verifikasi Tidak Benar
Penjelasan Kemendagri Soal Asal Muasal Desa Fiktif
Mendagri Gandeng Polisi Selidiki 4 Desa Fiktif di Sulawesi Tenggara
Kasus Desa Fiktif Diusut Polisi, Ditemukan 34 Desa Bermasalah di Konawe Sultra