Produksi Anak Usaha Tuban Petro Ditarget Sentuh 300.000 Metrik Ton per Tahun

UANG | 18 Oktober 2019 18:31 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Direktur Utama PT Tuban Petrochemical Industries (Tuban Petro), Sukriyanto, mengaku telah memiliki sejumlah strategi dalam mengembangkan bisnis anak usahanya. Salah satunya mendorong peningkatan kapasitas produksi untuk PT Polytama Propindo.

Dia mengatakan saat ini kapasitas produksi anak usahanya itu baru mencapai 240.000 metrik ton per tahun. Ke depan dia ingin menggenjot agar bisa menembus sebesar 300.000 metrik ton per tahun

"Rencana pengembangan sebenarnya kita sudah punya dari tahun lalu. Ini insya Allah minggu depan diresmikan produksinya sendiri," katanya saat ditemui di Jakarta, Jumat (18/10).

Sebagai gambaran saja, Tuban Petro mempunyai 3 anak usaha di antaranya Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) sebagai produsen aromatik, Polytama Propindo sebagai produsen polypropilene, dan Petro Oxo Nusantara sebagai produsen 2-Ethyl Hexanol.

Dia melanjutkan, pihaknya juga akan mendorong kapasitas propylene atau bahan baku dari PT Polytama Propindo dan Petro Oxo Nusantara (PON). Sejauh ini, produksi propylene dalam negeri dianggap susah dan di pasar pun demikian.

"Sekarang sedang feasibility study. Mulai masuk Januari front end design, sehingga di tahun depan bisa mulai diresmikan peletakan batu pertamanya. Tapi kita masih atur apakah ini di bawah PT Pon atau Polytama," jelas dia.

Di samping itu, Sukriyanto juga akan menyelesaikan integrasi PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dengan PT Pertamina (Persero) untuk membangun pabrik olefin. "Ini juga yang direncanakan kita bangun olefin bersama dengan Pertamina karena Pertamina sudah 48 persen di PTPI. Overall butuh durasi 3-4 tahun. Kalau kita melihat ke depan 3-4 tahun sepertinya lama. Tapi kalau kita lewati sangat cepat," pungkas dia.

Baca juga:
China Gebrak Pasar Otomotif Indonesia
Inilah Kelebihan dan Kekurangan Sektor Ekonomi Pemerintahan Jokowi 2014-2019
INDEF Sentil Presiden Jokowi Jangan Hanya Blusukan ke Pasar
Kadin Beberkan 2 Faktor Penyebab Industri Pelayaran Tumbuh Melambat
Dorong Industri Kopi, Pemerintah Akan Revitalisasi BLK di Lampung Barat
Sektor Manufaktur Indonesia Tumbuh Positif saat Negara Lain Melambat
Lebarkan Sayap Bisnis, Produsen Minuman Asal Semarang Incar Pasar Asia

(mdk/bim)