Produksi Lapangan YY Blok ONWJ Molor Akibat Insiden Gelembung Gas

UANG | 19 Juli 2019 20:06 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Produksi minyak dan gas bumi (migas) dari lapangan YY Blok Offshore North West Java (ONWJ) molor dari jadwal, akibat insiden gelembung gas di sekitar sumur YYA-1.

Deputi Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Fatar Yani Abdurrahman mengatakan, lapangan YY Blok ONWJ merupakan salah satu andalan untuk meningkatkan produksi migas pada 2019. Namun akibat insiden gelembung gas di sumur YYA-1, jadwal produksi migas ditunda menjadi tahun dean.

Berdasarkan jadwal awal, lapangan YY akan berproduksi pada kuartal IV 2019, untuk produksi minyak sebesar 5.500 barel per hari dan gas 40 MMSCFD.

"Ada satu hal yang terjadi sumur pengembangan YY di ONWJ, itu kemungkinan besar akan bergeser tahun depan," kata Fatar, di Kantor SKK Migas, Jakarta, Jumat (19/7).

Fatar mengungkapkan, mundurnya produksi migas dari sumur lapangan YY yang dioperatori Pertamina Hulu Energi ONWJ tersebut disebabkan pemulihan sumur serta pengeboran ulang, hal ini membutuhkan waktu sekitar satu tahun.

"Kami berusaha menangani, sehingga bisa direcover sehingga sumur di lapangan YY ini bisa beroperasi kembali," tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, gelembung gas yang terjadi di sumur yang terletak di sekitar 2 Kilo Meter (KM) dari Pantai Utara Jawa, Karawang Jawa Barat tersebut membuat jadwal produksi migas dari Sumur YYA-1 yang dioperatori Pertamina Hulu Energi ONWJ tersebut molor, sebab kegiatan pekerja di sumur tersebut dihentikan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

"Bisa saja menjadi mundur (jadwal produksinya). Tapi yang penting buat kita itu keselamatan dulu," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
ESDM: Terjadi Tumpahan Minyak di Sumur Pertamina YYA-1 Blok ONWJ
ESDM: Risiko Gas Sumur ONWJ Seperti Semburan Teluk Meksiko di Film Deepwater Horizon
Muncul Gelembung Gas, Pengeboran di Sumur Migas Lepas Pantai YYA Ditutup
Langkah Pertamina Tekan Defisit Migas Dinilai Positif
Soal Blok Masela, Jokowi Pastikan Tenaga Kerja dan Produk Indonesia Mendominasi
Kurtubi Dukung Pertamina Lakukan Pengeboran Tahan Penurunan Produksi Sumur Tua

(mdk/idr)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com