Produksi Minyak RI Ditargetkan Capai 1 Juta Barel per Hari di 2030

UANG | 26 November 2019 18:27 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas menargetkan pada tahun 2030 produksi minyak Indonesia mencapai 1 juta barel per hari. Saat ini, produksi minyak Indonesia baru mencapai 750 ribu barel per hari.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto optimis target 1 juta barel per hari ini akan bisa dicapai pada 2030 mendatang, mengingat saat ini Indonesia memiliki 128 cekungan migas. Dari 128 cekungan tersebut baru ada 54 cekungan yang dieksplorasi. Sedangkan 74 cekungan migas lainnya hingga saat ini belum dieksplorasi.

Untuk mencapai target tersebut, ada sejumlah tantangan di antaranya dibutuhkan investor dengan kekuatan finansial yang besar.

"Tetapi memang tantangannya besar karena kita membutuhkan investor-investor yang mempunyai kekuatan finansial karena ini napasnya harus panjang," ujar Dwi di Yogyakarta, Selasa (26/11).

"Oleh karena itu saat ini yang kita lakukan adalah kita bikin ekspektasi kapan kita bisa membangun produksi yang kuat, kembali ke 1 juta barrel oil per day ini kapan. Sekarang kita harus siapkan," imbuh Dwi.

Dwi menerangkan, Indonesia memiliki potensi yang besar di sektor gas. Terlebih saat ini proyek Blok Masela sudah mulai digarap sehingga potensi gas ini semakin besar.

"Gas kita punya potensi menjadi besar, yaitu sudah mulai proyek untuk Blok Masela. Blok Masela ini akan menambah produksi gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) 9,5 juta ton per tahun dan gas pipa 150 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd)," ungkap Dwi.

1 dari 1 halaman

Gandeng Mitra Asing

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) memberi lampu hijau ke PT Pertamina (Persero), untuk mencari mitra dalam memproduksi minyak dan gas bumi (migas). Ada dua strategi untuk mengoptimalisasi produksi migas nasional yang dilakukan Pertamina.

Menteri ESDM, Arifin Tasrif, mengatakan strategi jangka pendek adalah memperkuat kapasitas keuangan dan teknis. Pemerintah akan mengizinkan Pertamina menggandeng mitra-mitra terpercaya guna meningkatkan aliran modal ke dalam negeri.

"Strategi jangka panjang, mempertahankan tingkat produksi yang ada, mengubah sumber daya alam menjadi cadangan, melaksanakan EOR dan meningkat eksplorasi," kata kata Menteri Arifin, saat menghadiri Pertamina Energy Forum, di Jakarta, Selasa (26/11).

Dia mengungkapkan, saat ini sumber energi primer Indonesia masih mengandalkan energi fosil. Meski, di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan target 23 persen pada 2019.

"Suplai energi primer di Indonesia masih didominasi oleh energy fosil. Meskipun pangsa minyak dalam bauran energi berkurang, minyak masih memegang peran yang signifikan," tuturnya.

Menurut Menteri Arifin, sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan migas dalam negeri dengan meningkatan produksi migas dan membangun infrastruktur.

"Guna memenuhi pertumbuhan kebutuhan energi dalam negeri, Pertamina bekerja keras untuk mencapai target pemerintah terkait peningkatan produksi dan cadangan migas maupun membangun infrastruktur migas," tandasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Bos Pertamina: Banyak Perusahaan Minat Jadi Calon Mitra Blok Mahakam
Menteri Arifin Restui Pertamina Gandeng Mitra Asing Produksi Migas RI
Tugas Erick Thohir ke Ahok dkk: Kurangi Impor Minyak dengan Berbagai Cara
Pertamina Targetkan Investasi Rp 100 Triliun di 2020
Kenalkan Produk, Bright Gas Gelar Event Femalyfe Pink Ladies Golf Gathering
SKK Migas: Calon Pembeli Gas Blok Masela Sudah Lakukan Penjajakan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.