Produsen tegaskan produk mengandung cacing hanya makarel bukan sarden

Produsen tegaskan produk mengandung cacing hanya makarel bukan sarden
UANG | 2 April 2018 17:49 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 27 produk makarel yang mengandung parasit cacing. Hal ini membuat masyarakat khawatir untuk mengonsumsi makanan makanan ikan kalengan.

Manager Corporate Communication PT CP Prima Tbk, Adi Mandala mengimbau agar masyarakat harus tetap tenang menghadapi hal tersebut. Sebab, ikan makarel dan sarden merupakan jenis ikan yang berbeda.

"Jadi bukan fiesta food saja yang terkena. ABC juga, king fisher juga. Dan Botan pun sama, terkena juga. Jadi ini sebenarnya problem industri. Dan logikanya masyarakat belum bisa membedakan makarel dan sarden. Padahal ini kan beda," tuturnya di Jakarta, Senin (2/4).

Dia menambahkan, CP Prima masih mengikuti arahan dari BPOM untuk menarik produknya (fiesta seafood) yang ditemukan mengandung cacing.

"Barang semuanya sudah kita tarik sesuai arahan BPOM. Yang pasti dari kami sebagai produsen fokus pada dua hal. Pertama kami mengikuti regulasi BPOM yang ada karena kami juga care dengan konsumen. Dan kedua, karena kami tergabung dengan Asosiasi, kami tentu mengikuti suara asosiasi juga," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga masih berdiskusi terkait proses lebih lanjut dengan BPOM ke depannya. "Hingga hari ini semua masih kita diskusikan dengan BPOM. Sampai hari ini semua masih dibicarakan. Karena kan kami inginnya juga jangan sampai merugikan konsumen serta jangan pula sampai mematikan industri," tandas dia.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)


Ketua MUI tegaskan temuan cacing di sarden kalengan berbahaya
Cacing dalam ikan makarel tak berbahaya buat kesehatan tapi ganggu estetika
27 Sarden ditarik BPOM, pengusaha ngeluh rugi miliaran & PHK karyawan
Begini alibi pengusaha terkait cacing dalam ikan sarden makarel
Obat herbal ilegal asal Malaysia beredar lewat MLM

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami