Program Organisasi Penggerak Gunakan Skema Pembiayaan Mandiri dan Dana Pendamping

Program Organisasi Penggerak Gunakan Skema Pembiayaan Mandiri dan Dana Pendamping
rupiah. ©2012 Merdeka.com/arie basuki
UANG | 23 Juli 2020 11:53 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan terdapat tiga skema pembiayaan dalam Program Organisasi Penggerak (POP). Selain murni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terdapat skema pembiayaan mandiri dan dana pendamping (matching fund).

"Sejumlah organisasi penggerak akan menggunakan pembiayaan mandiri dan matching fund," kata Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Iwan Syahril, dalam keterangan resminya, Kamis (23/7).

Matching fund sendiri merupakan bantuan dana yang diberikan oleh salah satu pihak untuk melengkapi atau memperkuat sebuah program. Dalam Program Organisasi Penggerak, para peserta melipatgandakan bantuan dana dari plafon yang selama ini telah ditetapkan pemerintah.

Dia menjelaskan, pembiayaan POP dapat dilakukan secara mandiri atau berbarengan dengan anggaran yang diberikan pemerintah. Di mana organisasi dapat menanggung penuh atau sebagian biaya program yang diajukan.

Meski begitu, Kemendikbud tetap melakukan pengukuran keberhasilan program melalui asesmen dengan tiga instrumen. Pertama, Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter (SD/SMP). Kedua, instrumen capaian pertumbuhan dan perkembangan anak (PAUD). Ketiga, pengukuran peningkatan motivasi, pengetahuan, dan praktik mengajar guru dan kepala sekolah.

Tak hanya itu, proses seleksi yayasan atau organisasi yang memilih skema pembiayaan mandiri dan matching fund juga dilakukan dengan kriteria yang sama dengan para peserta lain yang menerima anggaran negara. “Dengan menggandeng organisasi atau yayasan yang fokus di bidang pendidikan, Kemendikbud ingin meningkatkan kontribusi finansial di bidang yang menyentuh seluruh masyarakat Indonesia,” kata Iwan.

Baca Selanjutnya: Salah Satu Organisasi Penggerak...

Halaman

(mdk/idr)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami