PT HIN Siap Jalankan Rencana Erick Thohir Lebur Pengurusan Hotel Anak Usaha BUMN

UANG | 21 Januari 2020 19:45 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian BUMN yang pimpinan Erick Thohir berencana melebur kepengurusan hotel-hotel milik perusahaan pelat merah menjadi satu kendali di bawah PT Hotel Indonesia Natour (Inna Group).

Lalu, sudah sejauh apa progresnya hingga hari ini?

Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (HIN), Iswandi Said mengatakan, pihaknya kini terus merancang skema untuk bisa mengkonsolidasikan seluruh hotel milik perusahaan BUMN di bawah satu atap.

"Kami sekarang sedang mencari strategi yang tepat bagaimana untuk melakukan konsolidasi ini. Itu kan juga harus dilihat bagaimana cara untuk kita bisa mencarikan jalan terbaik untuk bisa digabungkan menjadi satu atap," kata dia di Labuan Bajo, NTT, Selasa (21/1).

Menurut laporannya, perusahaan BUMN yang memiliki bisnis hotel di luar core business-nya telah menyatakan persetujuan untuk menyerahkan kepengurusan pada satu pengelola.

"Komitmen sudah ada. Artinya komitmen dari semua hotel yang dimiliki oleh BUMN lain yang core-nya bukan di hotel itu sudah merilis untuk dikelola bersama-sama," tuturnya.

Terkait siapa yang akan jadi leading untuk mengelola hotel BUMN tersebut, dia menyerahkan keputusan kepada Erick Thohir dan pihak pemegang saham. "Tapi kalau dilihat dari core business-nya itu kan Hotel Indonesia Natour satu-satunya. Yang lain kan core-nya enggak di hotel. Barangkali dari pak Menteri (Erick Thohir) dan pak Wamen (BUMN) akan menentukan siapa yang jadi leading di situ," pungkasnya.

1 dari 1 halaman

Bersih-Bersih 85 Hotel Milik BUMN

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan bahwa Menteri BUMN Erick Thohir akan mengusut perusahaan BUMN yang mengerjakan proyek di luar lingkup bisnis intinya.

"Kami ingin buat semua BUMN kembali ke core business masing-masing. Itu tetap mekanisme bisnis," tegas Arya di Novotel Hotel Cikini, Jakarta, Selasa (10/12).

Dia lantas memberikan contoh adanya 85 hotel yang dimiliki sejumlah perusahaan pelat merah. Namun, hotel-hotel tersebut tak semuanya menjadi bagian dari BUMN perhotelan, yakni PT Hotel Indonesia Natour (Persero) atau Inna Hotel Group.

Beberapa di antaranya dimiliki oleh PT Pertamina (Persero) Tbk dan PT PANN Multi Finance. Perusahaan tersebut merambah bisnis perhotelan guna menambal kas pemasukan.

"PT PANN punya hotel di Bandung besar. Saya tanya, apakah itu menguntungkan? Mereka bilang iya pak, itu buat bantu kami bayar gaji-gaji (karyawan)," ungkap Arya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
PGN Target Bangun 266.000 Jaringan Gas Rumah Tangga di 2020
Lewat Panja Industri Jasa Keuangan, Kasus Jiwasraya Selesai Akhir Tahun Ini
Sah, Arcandra Tahar Diangkat Jadi Komisaris Utama PGN
Nasabah Bank BNI Korban Pembobolan ATM Jadi 98 Orang, Total Dana Capai Ratusan Juta
Beredar Nama Calon Dirut dan Komisaris Garuda Indonesia, Ada Ignasius Jonan
Hadiri RUPSLB PGN, Arcandra Tahar Bakal Jadi Pimpinan Perusahaan?

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.