PT PP Gandeng China Bangun Smelter Antam dan Inalum Senilai Rp11 Triliun

UANG | 17 Januari 2020 10:54 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - PT PP (Persero) Tbk menandatangani kontrak Pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery bersama China Aluminium International Engineering Corporation Ltd yang berlangsung di KBRI Beijing.

Dalam acara Signing Ceremony tersebut, Perseroan diwakili oleh Abdul Haris Tatang selaku Direktur Operasi 3 Perseroan dan didampingi oleh Nurlistyo Hadi selaku Kepala Divisi EPC untuk menandatangani kontrak kerjasama.

Proyek Pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery yang berkapasitas 1 Juta TPA merupakan milik dari PT Borneo Alumina Indonesia, sebuah perusahaan patungan milik PT Inalum dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang berlokasi di Desa Bukit Batu, Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat.

"Dalam pembangunan proyek smelter ini, perusahaan bekerjasama dengan China Alumunium International Engineering Corporation Ltd. (Chalieco) berperan sebagai kontraktor yang juga akan bertanggung jawab dalam penyelesaian proyek," ujar Direktur Operasi 3 Perseroan, Abdul Haris Tatang dikutip keterangannya.

1 dari 1 halaman

Selesai Dalam 31 Bulan

Abdul Haris optimis, konsorsium Chalieco dan pihaknya dapat menyelesaikan proyek tersebut selama 31 bulan. Dengan keberhasilan Perseroan sebagai kontraktor EPC yang telah memiliki berbagai pengalaman dalam mengerjakan proyek-proyek pembangkit listrik, minyak & gas dan industri, maka dengan adanya Smelter Grade Alumina Refinerary ini Perseroan menambah portofolio pekerjaan dibidang pemurnian atau Smelter.

Proyek pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery ini menelan investasi dengan potensi nilai total investasi mencapai USD850 juta atau sekitar Rp11 triliun dan pabrik pemurnian ini ditargetkan akan dapat beroperasi pada tahun 2022 dimana nantinya akan memproduksi 1 juta ton alumunium setiap tahunnya.

Dengan demikian hal tersebut akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi komoditas tambang Indonesia. Proyek ini menjadi bukti bahwa BUMN Indonesia berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional dan sejalan dengan semangat perubahan yang sedang digalakkan oleh Pemerintah. (mdk/idr)

Baca juga:
Komitmen Pasok Kebutuhan Listrik Smelter, PLN Siap Dipinalti Jika Wanprestasi
Ikuti MRT, Industri Smelter Diharapkan Jadi Pelanggan Listrik Premium
Menko Luhut Cabut Aturan Larangan Ekspor Nikel untuk Eksportir yang Tertib
Pemerintah Pelototi Eksportir Nakal yang Ekspor Nikel Lebihi Kuota
Larangan Ekspor Nikel Dipercepat, ESDM Evaluasi Kesiapan Smelter
Respons Pengusaha Soal Pelarangan Ekspor Bijih Nikel yang Dimajukan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.