PTPN V: 3.200 Petani Borong 708.277 Bibit Kelapa Sawit Unggul

PTPN V: 3.200 Petani Borong 708.277 Bibit Kelapa Sawit Unggul
Kelapa Sawit. ©2017 Merdeka.com
EKONOMI | 10 September 2021 19:15 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - PT Perkebunan Nusantara V mencatat sebanyak 708.277 bibit sawit unggul telah habis terjual hanya dalam kurun waktu kurang dari tujuh bulan usai diluncurkan pada Februari 2021 lalu.

Senior Executive Vice President Operation PTPN V, Ospin Sembiring mengatakan, tercatat sedikitnya 3.200 petani sawit swadaya dan yang tergabung dalam koperasi unit desa (KUD) non plasma PTPN V, baik dari Provinsi Riau maupun dari sejumlah provinsi tetangga memilih bibit sawit bersertifikat tersebut.

Hingga kini, tersisa sekitar 370.000 bibit unggul di sejumlah sentra siap untuk dilepas kepada para petani sebagai langkah mendukung percepatan peremajaan sawit rakyat.

Ospin menuturkan, respons petani sawit Riau sangat baik dengan terobosan anak perusahaan Holding Perkebunan PTPN III (Persero) itu dalam menyiapkan bibit sawit unggul bersertifikat. Apalagi, kini petani menghadapi dilema menyusul gempuran bibit sawit ilegitim atau palsu di pasaran.

"Animo sangat tinggi. Tidak hanya petani di Riau. Petani di Sumatera Barat dan Jambi juga ada yang membeli bibit. Alhamdulillah, sampai Agustus kemarin, sudah terjual 708.277 bibit. Sehingga dari total 1,5 juta bibit yang kita siapkan untuk dilepas ke masyarakat tahun ini, cuma tinggal 370 ribu lagi yang bisa dibeli Petani swadaya," katanya dikutip di Jakarta, Jumat (10/9).

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, PTPN V melepas menyatakan melepas 1,1 juta bibit sawit unggul varietas PPKS 540 serta PPKS Simalungun kepada petani swadaya, dari total 1,5 juta bibit sawit yang disiapkan untuk membantu masyarakat hingga 2021 ini.

Untuk itu, perusahaan mendirikan tujuh sentra pembibitan kelapa sawit di beberapa kabupaten dan kota di Riau. Dari tujuh sentra pembibitan tersebut, Ospin mengatakan bibit sawit di sejumlah sentra telah habis terjual. "Yang masih tersedia itu pembibitan Dumai, Tanah Putih, Rokan Hilir, dan Tandun, Kampar. Jumlah stok juga terus menipis dengan tingkat penjualan rata-rata mencapai 70.000 bibit tiap bulannya", ujar Ospin.

2 dari 2 halaman

Sentra Lainnya

Sementara di sentra Air Molek, Indragiri Hulu telah ludes terjual. Begitu pula pada beberapa sentra di Kampar dan Siak masih dalam tahap pembudidayaan setelah habis diborong petani.

EVP Plasma PTPN V, Arif Subhan Siregar, mengatakan selain ditawarkan dengan harga yang transparan dan sama di setiap sentra, serta terjangkau, tingginya animo masyarakat juga disebabkan sistem penjualan yang dilakukan melalui sentuhan digital.

Petani dapat mengakses jenis bibit, ketersediaan bibit, harga, dan dokumen bibit dengan hanya satu sentuhan melalui aplikasi Sawit Rakyat Online. Aplikasi tersebut dapat diunduh secara gratis melalui Google Play Store.

Walau dalam hitungan bulan, namun aplikasi tersebut berhasil menyita perhatian para petani sawit Riau dan sekitarnya yang selama ini kesulitan mendapatkan bibit sawit bersertifikat.

"Kami optimis target perusahaan untuk dapat menyalurkan 1,1 juta bibit sawit unggul bersertifikat kepada masyarakat tahun ini, dapat tercapai. Kita berharap produktivitas petani yang muaranya pada peningkatan kesejahteraan dapat bermula dengan penggunaan bibit yang tepat," ujar Arif.

Baca juga:
Pesawat CN235-220 Berbahan Bakar Campuran Sawit Uji Terbang, Ini Hasilnya
Wapres Ungkap Pentingnya Perbaikan Kesejahteraan Petani Kelapa Sawit
Implementasi ISPO, Jurus Indonesia Lawan Stigma Negatif Sawit
Wapres: Program Peremajaan Kelapa Sawit Serap Tenaga Kerja di Masa Pandemi
Ini Perbedaan Margarin dan Mentega, Jangan Sampai Salah Sebut!
Naik Dua Kali Lipat, PTPN Raup Laba Bersih Rp1,45 Triliun di Semester 1-2021

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami