PTPN V Talangi Gaji Petani Koperasi Sawit Makmur Rp1 Miliar

PTPN V Talangi Gaji Petani Koperasi Sawit Makmur Rp1 Miliar
Petani sawit di Kampar. ©2021 Merdeka.com
EKONOMI | 29 April 2022 13:21 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - PT Perkebunan Nusantara V kembali mengucurkan dana talangan untuk pembayaran hak para pekerja dan petani yang tergabung dalam koperasi sawit makmur (Kopsa-M) Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Dana talangan senilai Rp1,08 miliar itu diperuntukkan bagi ratusan petani dan pekerja Kospsa-M yang kini masih dirundung dualisme kepengurusan yang berdampak pada kesulitan pencairan keuangan dari rekening bersama Kopsa-M dan PTPN V.

"Alhamdulillah. Kami sangat bersyukur doa kami didengar melalui bantuan dana talangan dari perusahaan. Terimakasih PTPN V," kata Rita, salah seorang pekerja Kopsa-M sesaat usai menerima dana talangan di Balai Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (28/4).

Rita dan senyum ratusan anggota Kopsa-M merekah meski harus antre dan bertahan di tengah sumpeknya ruangan balai desa tersebut. Ali Umar, salah seorang petani Kopsa-M mengatakan hak yang dia terima tersebut sangat membantu dia dan keluarganya jelang hari raya Idul Fitri.

"Terutama untuk membayar zakat dan membelikan pakaian anak-anak. Memang bentuknya pinjaman, tapi kami sangat bersyukur bapak angkat kami (PTPN V) memahami kondisi ini," kata Ali.

Ketua Koperasi Sawit Makmur (Kopsa-M), Nusirwan, mengatakan ratusan pekerja dan petani Kopsa-M memperoleh haknya senilai Rp1,081 miliar. Dana tersebut berasal dari bantuan talangan PT Perkebunan Nusantara V selaku avalis atau bapak angkat Kopsa-M.

"Alhamdulillah, hak untuk pekerja sebesar Rp827 juta dan dana untuk petani senilai Rp254 juta kita bayarkan hari ini. Mewakili pekerja dan petani, kami mengucapkan terima kasih dan bersyukur kepada PTPN V atas pengertian, kemudahan, dan bantuannya," katanya.

PTPN V kembali menyalurkan dana talangan bagi ratusan pekerja dan petani Kopsa-M menjelang perayaan hari kemenangan umat muslim, Idul Fitri 1443 Hijriah. Dana talangan itu merupakan bantuan kedua yang dilakukan perusahaan terhadap para petani Kopsa-M dalam kurun waktu enam bulan terakhir.

Bantuan dana talangan itu terwujud setelah para petani dan pekerja serta didukung Kepala Desa Pangkalan Baru memohon kepada PTPN V untuk membantu menalangi penghasilan para petani dan pekerja Kospsa-M.

"Syukur Alhamdulillah, dengan adanya dukungan kepala desa sebagai pembina dan pengawas Kopsa-M yang berkenan memberikan surat penyataan dan juga telah melakukan verifikasi data para penerima dana talangan, PTPN V pun menyambut baik permohonan kami. Mudah-mudahan para pekerja dan petani bahagia mendapat hasil yang baik ini," lanjutnya.

Saat ini, penghasilan para petani dan pekerja yang tersimpan di dalam rekening penampung atau escrow account antara Kopsa-M dan PTPN V sebagai avalis masih tersendat akibat adanya dualisme kepengurusan Kopsa-M.

Pertama, kepemimpinan Anthony Hamzah yang kini mendekam dibalik jeruji besi dan mendeklarasikan diri sebagai ketua untuk periode kedua. Selanjutnya, kepengurusan petani asli Desa Pangkalan Baru yang merupakan hasil Rapat Anggota Tahunan yang diikuti warga desa setempat dengan ketua Nusirwan.

Kepala Desa Pangkalan Baru Yusry Erwin. Pria yang turut menjadi sosok dituakan di Desa Pangkalan Baru tersebut juga mengapresiasi langkah cepat PTPN V dalam menentukan nasib para petani dan pekerja Kopsa-M.

Sejatinya, Yusry juga mengaku miris menyaksikan nasib Kopsa-M yang kini terpecah pasca kepeimimpinan Anthony Hamzah. Dia mengatakan bahwa pendirian Kopsa-M adalah murni berasal dari mimpi para ninik mamak yang menginginkan ekonomi masyarakat Desa Pangkalan Baru terangkat. Terlebih lagi dengan adanya sinergi bersama PTPN V.

"Awalnya Kopsa-M berjalan dengan baik. Namun, setelah adanya campur tangan pengurus sebelumnya, yang banyak membawa campur tangan orang luar dan mengkesampingkan warga asli Pangkalan Baru, Kopsa-M menjadi hancur. Akibatnya ya begini, membayar hak pekerja dan petani sendiri harus memakai dana talangan terlebih dahulu," ujarnya.

2 dari 2 halaman

PTPN V Talangi Gaji Ratusan Petani

Sementara itu, Executive Vice President Plasma PTPN V, Arief Subhan Siregar menjelaskan bahwa perusahaan memutuskan untuk menalangi gaji pekerja dan dana petani Kopsa-M menyusul belum adanya kejelasan dari Dinas Koperasi Kabupaten terkait kepengurusan yang sah guna mencairkan hak para pekerja dan petani dari Escrow Account atau akun bersama.

“Kami sangat prihatin atas keterlambatan pembayaran gaji akibat dualisme ini. Baik petani maupun pekerja adalah mitra kami. Untuk itu dalam situasi buntu ini, kami berinisiatif membantu gaji pekerja melalui dana talangan menjelang hari lebaran,” ujarnya.

Dijelaskannya, data para pekerja bersama besaran gajinya didapat dari pengurus Kopsa-M yang bersumber dari pekerja itu sendiri. Selanjutnya bantuan talangan ini nantinya akan dikembalikan oleh Koperasi ke Perusahaan pada saat dana di rekening bersama sudah bisa dicairkan.

“Tidak ada bunga atau beban tambahan apapun dalam talangan gaji ini. Tujuan kita cuma satu, memudahkan serta memberikan hak petani dan pekerja sebagaimana mestinya,” tuturnya.

Arief menyadari tidak mungkin selamanya Perusahaan dapat menalangi, untuk itu Arief meminta agar persoalan dualisme kepengurusan ini untuk dapat diselesaikan sebaik dan secepat mungkin demi kepentingan para petani.

Arief menyarankan kedua belah pihak agar dapat duduk bersama, sesuai dengan arahan Kantor Staf Kepresidenan (KSP) yang telah turun langsung ke lokasi Kopsa M di Desa Pangkalan Baru beberapa waktu lalu.

“Jadikan momentum bulan suci ini untuk kedua kelompok agar kembali bersatu dan bersama-sama membangun kebun, guna kesejahteraan bersama. Selain itu Kita juga berharap Dinas Koperasi Kabupaten untuk dapat segera membantu pengurusan Kopsa M ini sebagaimana arahan ombudsman,” pinta Arief. (mdk/ags)

Baca juga:
Tingkatkan Kualitas SDM, Holding PTPN Dirikan Institut Teknologi Sawit Indonesia
Strategi PTPN Wujudkan Indonesia Jadi Pemimpin Pasar Industri Kopi Dunia
Perdana di 2022, PTPN Ekspor Teh untuk Starbucks di Amerika Serikat Senilai Rp7 M
Tak Lagi Rugi, PTPN Group Raup Untung Rp4,6 Triliun di 2021
Wamen BUMN Minta PTPN Tingkatkan Produksi Gula
Dirjen Kemendag Indraharsari yang Jadi Tersangka Jabat Komisaris PTPN, Ini Kata BUMN
PTPN Kirim 300.000 Liter Minyak Goreng dan 800 Ton Gula ke Indonesia Timur

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami