Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Terus Berupaya Bangkitkan Sektor UMKM

Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Terus Berupaya Bangkitkan Sektor UMKM
UANG | 15 November 2020 10:49 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Pemerintah terus berupaya membangkitkan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Sebab, UMKM menjadi sektor paling terdampak di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Eddy Satriya mengatakan, ada sekitar 63 juta usaha mikro, 783 ribu usaha kecil, 60 ribuan usaha menengah dan 5 ribuan usaha besar yang terdampak Covid-19. Di antaranya adalah penjualan menurun dan bahan baku terganggu.

"Sektor yang paling terdampak memang pada penyediaan akomodasi, makan dan minum, pedagang besar, eceran dan industri pengolahan," kata dia di Jakarta, Minggu (15/11).

Merespon kondisi tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM telah melakukan langkah- langkah guna membangkitkan sektor UMKM di antaranya, bantuan sosial, relaksasi dan restrukturisasi kredit, insentif pajak, digitalisasi UMKM, pembiayaan modal kerja, aktivasi dan perluasan penyerapan pasar dan konsolidasi brand.

"Untuk menjaga perekonomian di tengah pandemi, Kementerian Koperasi dan UKM sudah menyediakan langkah- langkah. Di antaranya bagi UMKM yang sudah bangkrut itu harus dibantu dengan bantuan langsung tunai," kata Eddy.

Sedangkan UMKM atau koperasi yang masih beroperasi akan direstrukturisasi mulai dari kreditnya, pinjaman, masa pembayaranya, serta diberikan subsidi bunga. Selain itu, disediakan juga bantuan yang diutamakan untuk sektor pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan.

Di mana sektor yang menjadi tulang punggung ini di kuartal II dan III mampu tumbuh positif. Kemudian bertahap bantuan untuk usaha dibidang kesehatan misalnya, refleksi, salon dan lainnya.

"Kita siapkan langkah-langkah itu. Kita juga menyiapkan keberlanjutan, salah satunya bagaimana kita branding UMKM ke depan," jelas dia.

Pihaknya pun terus mendorong UMKM dapat mengoptimalkan teknologi digital agar dapat menjalankan usahanya dari rumah dan terhubung ke ekosistem digital. Sebab, baru sekitar 14 persen UMKM di Indonesia yang terhubung dengan platform digital.

"Jadi sekitar delapan jutaan UMKM yang terhubung ke dunia digital ini yang harus kita tingkatkan," papar dia. (mdk/azz)

Baca juga:
Kisah Bos Kokumi Pertahankan Roda Bisnis Kala Pandemi Andalkan Strategi ini
Strategi Bisnis Bittersweet by Najla di Tengah Pandemi Hingga Bisa Tak PHK Pegawai
Sulit Berkembang, Produk Lokal Minim Ruang Unjuk Kemampuan
Bos Yummy Corp: Penyelamat Bisnis Saat Pandemi ialah Kolaborasi
Menkop Teten Sebut 10,25 Juta UMKM Telah Bergabung ke Platform Digital
Konsumsi Listrik UKM Jatim Tetap Tumbuh Saat Sektor Lain Turun Selama Pandemi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami