Punya potensi perikanan, pemerintah kudu bangun pelabuhan di Mamuju

UANG | 16 Agustus 2015 19:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Pemerintah perlu membangun pelabuhan di Mamuju, Sulawesi Barat. Mengingat, wilayah itu memiliki potensi perikanan.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Didik Prasetyo kepada wartawan di Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (16/8).

"Ini akan saya laporkan ke bu menteri. Agar nanti bisa diarahkan BUMN di sektor pelabuhan dan perikanan untuk masuk ke sini," katanya. "Kementerian BUMN kan ada PT Perikanan, nanti mereka tentu akan berkoordinasi dengan Bu Susi (menteri kelautan dan perikanan."

Selain perikanan, kata Didik, perkebunan di Mamuju juga berpotensi dikembangkan. Secara umum, Sulawesi Barat kaya akan kopi dan kelapa sawit.

Di Mamuju, RNI menebar 2.058 paket bahan pokok murah. Setiap paket berisi beras 5 kilogram, gula pasir 2 Kg, dan minyak goreng 1 liter, dijual Rp 30 ribu atau lebih murah 70 persen ketimbang harga normal di pasaran.

Penjualan sembako murah berlangsung selama dua hari, 16-17 Agustus. Ini dalam rangka menyambut hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia ke-70.


Jokowi: Masalah RI dari pencurian ikan hingga defisit produksi BBM
Harga kepiting soka turun drastis, petani tambak di Aceh menjerit
Kegemaran santap seafood ancam ekosistem laut
Daging sapi langka, Menteri Susi anggap berkah industri perikanan
Mengenal bentuk unik telur hiu kucing

(mdk/yud)