PUPR Belum Terima Usulan Pembangunan Proyek Jembatan Selat sunda

UANG | 12 Juni 2019 16:54 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) beberapa waktu lalu kembali mengangkat wacana pembangunan proyek Jembatan Selat Sunda yang sempat masuk ke dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY).

Meski demikian, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, ide tersebut belum sampai kepada pemerintah, utamanya Kementerian PUPR dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

"Belum ada. Tentunya kami harus bicara dengan Bappenas itu. Kami belum terima usulan itu," ujar dia selepas rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (12/6).

Dia juga menyatakan, tanpa kehadiran Jembatan Selat Sunda pun pergerakan di Selat Sunda saat ini sudah mampu terfasilitasi oleh kapal penyebrangan yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

"Sementara ini kalau dengan kapal-kapal yang sudah diperbaharui sudah memadai," tandasnya.

Sebelumnya, Inisiasi proyek Jembatan Selat Sunda dinilai penting untuk mempermudah pasokan barang dari Jawa menuju Sumatera maupun sebaliknya, yang saat ini bergantung dari pergerakan kapal penyebrangan Merak-Bakauheni.

Usulan ini rupanya turut disambut baik oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaldi, yang menganggap keberadaan jembatan tersebut dapat menumbuhkan pergerakan ekonomi dan mempersingkat waktu tempuh antara kedua pulau besar itu.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Melihat Pembangunan Skybridge Penghubung LRT-Transjakarta Velodrome
Fungsional Tol Manado-Bitung Lebaran 2019 Berakhir Hari Ini
Wiranto Nilai Angka Kecelakaan Mudik Turun Karena Pembangunan Infrastruktur
Tol Cijago Seksi II Dibuka Fungsional
Pemerintah Dinilai Perlu Segera Bentuk Badan Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah
Jakpro Peroleh Penugasan Proyek Rp13,1 Triliun, Ini Detailnya

(mdk/azz)