PUPR Masukkan Aspal Plastik Dalam Komponen Lelang Pemeliharaan Jalan

UANG | 10 September 2019 19:07 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah getol melakukan sosialisasi penggunaan aspal plastik. Bahkan, penggunaan aspal plastik akan dimasukkan sebagai salah satu komponen lelang proyek pemeliharaan atau peningkatan jalan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya perluasan pemanfaatan teknologi aspal plastik.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII, Akhmad Cahyadi mengatakan, pihaknya terlebih dulu akan melakukan kajian untuk mengetahui berapa panjang jalan yang pemeliharaannya menggunakan teknologi aspal plastik setiap tahunnya. Sehingga nantinya kontraktor tinggal mengerjakannya.

"Aspal plastik merupakan pemanfaatan limbah plastik sebagai campuran agregat cairan aspal. Teknologi ini telah dikembangkan Kemen PUPR sejak 2012. Akan kami lihat juga perkembangan pemanfaatan aspal plastik ini. Karena kalau nantinya terlalu besar (penggunaan aspal plastik dalam lelang infrastruktur), dikhawatirkan produsen limbah plastik kesulitan memasuki," ujar Akhmad usai penyerahan bantuan alat pencacah plastik di Solo, Selasa (10/9).

Menurut Akhmad, meskipun terbukti lebih awet, penggunaan aspal plastik tersebut belum populer di Tanah Air. Pihaknya akan terus melakukan sosialisasi sekaligus mengevaluasi pemanfaatan teknologi itu dari berbagai sisi. Di antaranya terkait ketersediaan mesin pencacah plastik, manajemen pengadaan, teknis pencampuran agregat, hingga pelaksanaan kegiatan pengaspalan.

Menurut Akhmad, berdasarkan hasil penelitian, aspal dicampur plastik ini mempunyai kualitas lebih baik karena bersifat elastis. Sehingga bisa menggantikan agregat minyak dari aspal biasa yang menguap.

"Kalau pemanfaatannya, kurang lebih 1 kilometer panjang jalan selebar 7 meter dengan tebal lapisan atas 5 cm, butuh 3-5 ton plastik yang sudah tercacah. Tetapi, harus plastik kresek yang sudah dibersihkan," jelasnya

Pada kesempatan sama, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat, Sudirman menambahkan, penyerahan bantuan mesin pencacah plastik tersebut dimaksudkan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Apalagi Indonesia merupakan penghasil sampah plastik terbesar kedua di dunia.

"Jadi setelah dibantu mesinnya, produknya juga akan dibeli kementerian. Dengan demikian program ini bisa mereduksi sampah plastik sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat," katanya.

Selain Pemkot Solo, bantuan 5 unit mesin pencacah sampah juga diserahkan kepada Pemprov Yogyakarta, serta enam unit kepada Pemkab Semarang.

Baca juga:
Penambahan Pekerja Asing Dinilai Tunjang Kebutuhan Tenaga Kerja Konstruksi
Pemerintahan Jokowi Periode II Target Bangun 1.500 Km Tol Baru
Pemerintah Gelontorkan Rp20 Miliar untuk Produksi Air Bersih di Sumsel
Kementerian PUPR: Trotoar Boleh Untuk PKL, Tetapi dengan 6 Syarat
Pemerintah Target Tol Cisumdawu Berfungsi Operasional Lebaran 2020
Kerja Lambat, Proyek China di Tol Cisamdawu Diambil Alih Kementerian PUPR

(mdk/idr)