Raih Pendanaan Indies dan Benson Capital, Artotel Siap Perluas Jaringan Hotel

Raih Pendanaan Indies dan Benson Capital, Artotel Siap Perluas Jaringan Hotel
Ilustrasi hotel. ©2012 Shutterstock/pjcross
EKONOMI | 15 Oktober 2021 21:39 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - ARTOTEL Group meraih pendanaan Seri B dari Indies Capital Partners dan Benson Capital. Namun, nilai investasi mereka dirahasiakan.

Pendiri sekaligus CEO ARTOTEL Group, Erastus Radjimin mengatakan, pendanaan ini akan digunakan untuk memperluas jaringan hotel melalui strategi merger dan akuisisi. Selain itu, pihaknya berinvestasi pada infrastruktur bisnis inti perusahaan, digitalisasi, serta keberlanjutan organisasi.

"Di saat sektor perhotelan tengah krisis, ARTOTEL Group tetap ekspansif berinvestasi untuk pertumbuhan masa depan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (15/10).

Diraihnya pendanaan ini, ARTOTEL Group menargetkan perluasan properti baru di kota tingkat satu dan dua Indonesia serta daerah tujuan wisata baru. Maka dari itu, pihaknya akan aktif mencari kemitraan strategis dengan operator hotel lokal dan melakukan merger serta akuisisi properti hotel kualitas tinggi.

Saat ini, ARTOTEL Group tengah mempersiapkan 29 properti di seluruh Indonesia. Di mana, ditargetkan kepemilikan lebih dari 50 properti di 2030.

Erastus melanjutkan, ARTOTEL Group juga berinvestasi pada bidang teknologi untuk menerapkan digitalisasi pada operasional hotel. Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan dan pengalaman menginap pelanggan sebagai bentuk komitmen peningkatan standar industri perhotelan.

Selain itu, ARTOTEL Group telah mengakuisisi waralaba Hotel Kyriad. Kyriad ialah salah satu merek dari Louvre Hotel Group asal Prancis.

Akuisisi ini memberikan 1.300 kamar tambahan untuk ARTOTEL Group. Tambahan dari Kyriad membuat ARTOTEL Group kini memiliki total sebanyak 3.000 kamar.

Erastus menambahkan pihaknya juga akan fokus pada aspek digitalisasi pada operasional hotel sehingga pemesanan kamar, pelayanan, komunikasi, sistem penyelenggaraan event dan pemesanan F&B bisa dilakukan secara online.

ARTOTEL Group, lanjutnya, juga melakukan konsolidasi organisasi melalui perencanaan bisnis yang lebih efektif dan efisien. Tujuannya ialah menggenjot margin bisnis dan kepuasan pelanggan.

"ARTOTEL memfokuskan pada perluasan jaringan hotel secara geografis dan peningkatan kualitas pengalaman tamu di jaringan hotel kami yang berbasis teknologi. Dengan meningkatkan diversifikasi bisnis, digitalisasi operasional, pelatihan karyawan, serta perluasan properti kami, ARTOTEL Group siap menjadi perusahaan perhotelan terkemuka di Indonesia," jelas Erastus.

"Dengan dukungan dari investor, ARTOTEL Group akan mendapatkan momentum pertumbuhan berkat keahlian para investor dalam ekspansi bisnis, digitalisasi, dan komitmen program keberlanjutan," tambahnya.

ARTOTEL mengusung 4 pilar bisnis yakni Perhotelan (Stay), Makanan dan Minuman (Dine), Branding, Konten Kreatif & Manajemen Acara (Play), dan Artsy Merchandising (Shop). Sejak berdiri pada 2013, ARTOTEL Group telah berkembang menjadi salah satu operator hotel terkemuka di Indonesia. Menawarkan pengalaman perhotelan yang unik untuk tamu bisnis dan liburan.

2 dari 2 halaman

Sukses Bertahan dari Badai Pandemi

dari badai pandemi

Terkait penurunan tingkat keterisian hotel imbas pandemi Covid-19, ARTOTEL Group mengklaim mampu melewati dengan penawaran ragam pelayanan. Seperti layanan konten sponsor, F&B dan penyelenggaraan acara secara online, serta mengambil langkah-langkah penyederhanaan operasional hotel.

Melalui strategi tersebut, ARTOTEL Group mengaku dapat mempertahankan tingkat hunian propertinya di atas rata rata industri perhotelan Indonesia dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"ARTOTEL Group telah menunjukkan kemampuannya bertahan selama pandemi ini melalui langkah pengelolaan dan perampingan bisnisnya yang efektif. Ke depan, kami akan mendukung ambisi ARTOTEL Group untuk memperkuat infrastruktur perusahaan berbasis teknologi dan menerapkan strategi bisnis perusahaan yang mengacu pada prinsip pembangunan berkelanjutan,” kata Managing Partner Indies Capital Partners, Pandu Sjahrir.

"Kami yakin ARTOTEL Group akan mampu mendapatkan momentum pertumbuhan yang signifikan saat pandemi berakhir," tambahnya.

Senior Vice President Indies Capital Partners, Avina Sugiarto menambahkan, pihaknya optimistis industri pariwisata akan terus berkembang di era usai pandemi. Didukung pertumbuhan kelas menengah dan daya tarik pariwisata Idnonesia di mata dunia.

"ARTOTEL Group telah mengembangkan model yang unik pada industri perhotelan Indonesia karena berhasil menyatukan aspek budaya lokal Indonesia dengan praktik terbaik perhotelan secara global. Kami siap bekerjasama dan menjadi mitra terpercaya ARTOTEL Group dalam mendorong ekspansi perusahaan dan digitalisasi operasional hotel guna memastikan pertumbuhan jangka panjang dari ARTOTEL Group untuk menjadi pemimpin di sektor perhotelan Indonesia," ujarnya.

Menurut Co-founder Benson Capital, Ben Soebiakto dengan perpaduan antara pelayanan, kreativitas, relaksasi dan gaya hidup, ARTOTEL Group telah menciptakan pengalaman menginap berkualitas tinggi. "Kami akan bekerja sama dengan ARTOTEL Group untuk berkolaborasi melalui media dan berbagai platform gaya hidup dari perusahaan kami, untuk memberikan dukungan yang kuat terhadap penawaran unik dari ARTOTEL Group yang terinspirasi oleh seni," tegasnya.

Sebelumnya, ARTOTEL Group juga telah sukses mendapatkan pendaaan seri A dari Intudo Ventures.

(mdk/bim)

Baca juga:
Diresmikan Jokowi, Hotel Inaya Ganti Nama Jadi Meruorah Komodo Labuan Bajo
PPKM di Solo Level 2, Gibran Sebut Hotel Penuh dan Jalan Mulai Macet
Penerbangan Internasional Dibuka Dua Hari Lagi, Belum Ada Wisman Pesan Hotel di Bali
Mengunjungi Hotel dari Kontainer Bekas yang Instagramable
9 Hotel di Sanur Disiapkan untuk Karantina Turis Asing, Total Kamar 270
PHRI: 75 Persen Pekerja Hotel di Bogor Kembali Bekerja
Wisman Boleh Masuk Bali, Okupansi Hotel Diperkirakan Meningkat

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami