Ramai-Ramai Jual Emas Demi Menyambung Hidup Saat Corona

Ramai-Ramai Jual Emas Demi Menyambung Hidup Saat Corona
Toko Emas. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko
UANG | 10 April 2020 15:44 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Dampak virus corona telah dirasa di berbagai sektor, yang mengakibatkan perekonomian menurun, harga pangan naik, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan-perusahaan. Sehingga, banyak masyarakat yang memutar otak agar bisa bertahan saat ada virus ini, salah satunya menjual emas.

Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup, harga emas yang sempat melambung tinggi hingga menyentuh Rp900.000 per gram menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk menjual emasnya. Salah satu pegawai toko emas di Tanah Abang, Olin mengaku, jumlah penjualan emas di tokonya meningkat.

"Mulai banyak yang jual emas akhir bulan Maret," kata Olin saat dihubungi Merdeka.com, Jakarta, Jumat (10/4).

Memasuki bulan April, masyarakat yang menjual emas perhiasan makin tinggi. Dalam sehari toko emas tempat Olin bekerja bisa membeli hampir 100 gram emas perhiasan dari pelanggan.

Rata-rata emas perhiasan yang dijual dengan ukuran kecil, mulai dari 1-5 gram emas perhiasan. Biasanya, mereka berasal dari kalangan menengah ke bawah, sebab tidak sedikit pekerja buruh harian di kawasan Tanah Abang jadi pelanggannya.

"Pelanggan disini kebanyakan orang yang kerja di sini juga, pegawai toko, buruh harian, kuli panggul buat tabungan," kata dia.

Terlebih lagi, aktivitas jual beli di Pasar Tanah Abang sudah menurun drastis, sehingga banyak penjual di Pasar Tanah Abang yang memerlukan pemasukan demi menyambung hidup.

Baca Selanjutnya: Jam Operasional Berkurang...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami