Raup Cuan Perang Dagang, Pemerintah Siap Gelar Karpet Merah Pabrik China Masuk RI

UANG | 13 Agustus 2019 20:40 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Perang dagang yang belum kunjung usai antara Amerika Serikat dan China membuat beberapa industri negeri tirai bambu mau merelokasi pabriknya ke negara lain. Hal itu guna menghindari pengenaan tarif bea masuk impor yang cukup tinggi oleh AS terhadap barang asal China.

Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, menegaskan Indonesia tidak boleh kehilangan kesempatan emas tersebut. Relokasi industri China harus masuk ke Indonesia, jangan sampai ke negara tetangga.

"Relokasi jangan sampai dari China ke Vietnam atau Thailand tidak ke kita," kata dia, saat menjadi pembicara dalam acara Indonesianisme Summit 2019, di JCC, Jakarta, Selasa (13/8).

Oleh karena itu, dia mengatakan Indonesia harus segera membuat aturan-aturan yang memudahkan relokasi industri China masuk ke RI. "Makanya kita menyesuaikan aturan-aturan seperti negara lain," ujarnya.

Menko Luhut mengungkapkan, beberapa pengusaha telah menyatakan keinginan pada dirinya untuk melakukan relokasi ke Indonesia. Namun, dia mengaku belum mengetahui persis jumlah pabrik yang akan direlokasi.

Beberapa industri yang telah menyatakan diri akan merelokasi diantaranya, ponsel, komputer, mobil hingga mebel atau furniture.

"Sudah ada mereka yang mau relokasi (akibat perang dagang) sudah banyak. Saya belum angka tapi cukup banyak," tutupnya.

Baca juga:
Menko Luhut Soal Dampak Perang Dagang: Pertumbuhan Kita 5 Persen Sudah Hebat Sekali
Hadapi Gejolak Ekonomi Global, OJK Bakal Perkuat Sektor Unggulan
Belum Turunkan Suku Bunga, BI Masih Waspada Terhadap Dampak Perang Dagang
Di HUT BEI ke-42, Bos OJK Sebut Ekonomi Indonesia Masih Positif
Investasi Jadi Andalan Pemerintah Hadapi Gejolak Ekonomi Global
BI Akui Ada Perlambatan di Sektor Riil Akibat Perang Dagang AS-China
Rp1.669 T Raib dari Kantong 500 Orang Terkaya dalam Sehari, Kok Bisa?

(mdk/bim)