Rawan Dipermainkan Mafia, Pemilik Sertifikat Tanah Kertas Diminta Waspada

Rawan Dipermainkan Mafia, Pemilik Sertifikat Tanah Kertas Diminta Waspada
Warga eks Syiah Sampang dapat sertifikat tanah. ©2021 Merdeka.com/Instagram @khofifah.ip
EKONOMI | 11 Februari 2021 16:14 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan Djalil, tak menampik jika pemberlakuan sertifikat tanah pada secarik kertas saat ini masih rawan tindak licik sindikat mafia tanah.

Oleh karenanya, Menteri Sofyan mewanti-wanti masyarakat untuk tidak sembarangan memberikan sertifikat tanah miliknya kepada orang mencurigakan. Dia takut itu berpotensi menambah daftar pencurian oleh mafia tanah.

"Karena itu kami ingatkan lagi kepada masyarakat, hati-hati dengan sertifikat yang masih berbentuk kertas ini. Jangan sampai berikan pada orang siapapun," imbuhnya dalam sesi teleconference, Kamis (11/2).

Menteri Sofyan pun meminta masyarakat yang hendak menjual tanah untuk memastikan siapa pihak broker atau notaris yang menanganinya, apakah sudah memiliki reputasi bagus atau tidak.

"Kalau tidak kenal reputasinya tolong didampingi oleh Kantor Pertanahan dan BPN. Memang merepotkan, tapi jauh lebih aman," kata Menteri Sofyan Djalil.

Baca Selanjutnya: Dorong Sertifikat Tanah Elektronik...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami