Realisasi Investasi Hyundai Lampaui Target Meski di Tengah Pandemi

Realisasi Investasi Hyundai Lampaui Target Meski di Tengah Pandemi
UANG | 30 Juni 2020 17:29 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menegaskan bahwa investasi PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) asal Korea Selatan tetap berjalan. Tahap konstruksi proyek senilai USD1,55 miliar ini bahkan mampu melampaui target yang direncanakan.

Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, menyampaikan apresiasi atas komitmen para investor, terutama dari Korea Selatan, dalam merealisasikan investasinya. Dan sejalan dengan itu, BKPM memastikan juga komitmennya dalam melakukan pengawalan investasi.

Diantaranya memfasilitasi perizinan, bahan baku, dan menangani persoalan lahan. BKPM juga terus melakukan koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul dan Kementerian/Lembaga terkait di Indonesia tuntuk kemudahan proses rekomendasi visa dan izin impor mesin-mesin.

"Saya selalu berusaha menyelesaikan permasalahan investasi dengan tangan saya secara langsung. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah Indonesia menjaga hubungan baik dengan investor dari Korea Selatan. Kita sudah mulai dampingi dari tanda tangan Nota Kesepahaman sampai dengan tinjau lokasi langsung. Presiden Jokowi juga sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Hyundai yang tetap merealisasikan investasi di tengah COVID-19 ini," jelas Bahlil di Jakarta, Selasa (30/6).

1 dari 1 halaman

Undur Rencana Groundbreaking

groundbreaking

Sementara itu, Presiden Hyundai Asia Pacific Lee Young Tack menyampaikan bahwa saat ini perkembangan pembangunan pabrik HMMI sudah mencapai 22 persen. Ini membuktikan kemampuan perusahaan telah melebihi target, karena rencana konstruksi semestinya baru 20 persen pada tahap sekarang.

"Kami berterima kasih atas bantuan pemerintah Indonesia, khususnya BKPM dalam memfasilitasi investasi kami di Indonesia. BKPM sangat mendorong kami untuk tetap beroperasi selama masa COVID-19 dan juga telah meminta kepada pemerintah daerah mendukung investasi Hyundai agar tetap berjalan," ujarnya.

Selanjutnya, Hyundai akan mengimpor mesin-mesin produksi serta mendatangkan tenaga ahli dari Korea Selatan untuk pembangunan pabriknya. "Kami akan menjadwal ulang rencana ground-breaking yang semula akan diadakan pada bulan April 2020. Namun ditunda karena adanya pandemi COVID-19," imbuh dia.

(mdk/bim)

Baca juga:
Jokowi Harap Kawasan Industri Batang Buka Lapangan Kerja Baru dan Perkuat Investasi
Bos BKPM Dorong Lulusan Perguruan Tinggi Tak Hanya Kejar Posisi PNS
Pandemi Corona Dinilai Jadi Momen Tepat untuk Berinvestasi
Menteri Sri Mulyani Target Perekonomian Mulai Proses Pemulihan di Kuartal III
Data BEI: Investor Milenial Usia di Bawah 40 Tahun Kuasai 70 Persen Pasar Modal
Ridwan Kamil Tawarkan 209 Proyek Investasi Rp700 Triliun Lewat Skema KPBU
Triwulan I-2020, Kewajiban Neto Posisi Investasi Internasional RI Turun

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5