Realisasi Investasi Tol Masih Jauh dari Target

UANG | 6 November 2019 15:48 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Eko D Heripoerwanto menyatakan, realisasi investasi ruas tol yang dikembangkan bersama swasta lewat Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) baru mencapai 28 persen dari total target.

Tercatat, pada periode 2015-2019, investasi jalan tol hanya mencapai angka Rp142 triliun dari total target Rp500 triliun.

"Realisasi PPP di PUPR 5 tahun ke belakang masih rendah, hanya 28 persen dari total target," ujar Eko di Jakarta, Rabu (6/11).

Hal yang sama juga terjadi di proyek sistem pengadaan air minum (SPAM) yang realisasinya hanya 19 persen saja dari target, atau sekitar Rp3,8 triliun dari Rp20,5 triliun. "Kami terus mendorong adanya peran swasta lewat state guarantee model, bond issuance, pemerintah beri garansi dan dukungan," ujar Eko.

Pembiayaan swasta jadi fokus penting dan membutuhkan partisipasi yang besar karena pembangunan infrastruktur negara tidak hanya bisa mengandalkan APBN saja.

Hal ini juga sempat disinggung dalam pidato Jokowi ketika membuka pameran konstruksi dan infrastruktur di Jakarta International Expo. Dirinya meminta agar swasta terus diberikan ruang agar bisa ikut membiayai pembangunan nasional.

"Swasta banyak yang mengeluh ke saya karena proyek diambil BUMN (sebagian besar). Saya harap 5 tahun ke depan peran swasta bisa lebih besar lagi. Dengan semangat kolaboratif saya yakin (mampu)," ujarnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Presiden Jokowi Target RI Miliki 5.000 Km Jalan Tol di 2024
Jokowi Resmi Buka Pameran Infrastruktur Terbesar di Indonesia
Presiden Jokowi Ungkit Ketertinggalan Jauh Pembangunan Tol Indonesia dari China
Presiden Jokowi Kesal Masih Temukan Lelang Proyek di November
PLN Raih Pinjaman Rp20,98 Triliun Lewat Surat Utang Global
Jasa Marga Incar Dana Rp10 Triliun Tahun Depan

(mdk/azz)