Realisasi Penyaluran Banpres Produktif 2021 Baru Capai 18,08 Persen

Realisasi Penyaluran Banpres Produktif 2021 Baru Capai 18,08 Persen
Menkop dan UKM Teten Masduki. ©2020 Merdeka.com
UANG | 17 Mei 2021 10:58 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan, realisasi program Bantuan Presiden (Banpres) Produktif di 2021 baru mencapai 18,08 persen. Angka ini masih jauh dari target 26,97 persen hingga akhir Mei 2021.

"Target kita ini sampai akhir bulan Mei 26,9 persen tapi realisasinya baru sampai 18,08 persen," kata Teten dalam acara Halalbihalal Bersama Menteri Koperasi dan UKM dan Pejabat Eselon I dan II Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Senin (17/5).

Capaian ini kata Teten masih jauh dari angka yang ditargetkan. Untuk itu dia meminta seluruh jajaran di kementerian yang dipimpin untuk bisa mempercepat proses penyaluran Banpres Produktif.

"Ini masih jauh dari target, ini harus segera diselesaikan," pinta Teten.

Di sisi lain, penyerapan anggaran belanja pemerintah di lingkungan kementeriannya sudah mencapai 94,24 persen. Teten terlihat puas dengan hal ini lantaran belanja pemerintah mampu mendongkrak perekonomian nasional di tengah daya beli masyarakat yang menurun.

"Saya lihat ini penting buat dongkrak ekonomi kita. Belanja pemerintah ini harus signifikan karena daya beli masyarakat sedang turun," katanya.

Untuk itu dia mendorong realisasi belanja pemerintah terus dilakukan. Sebab saat ini perekonomian nasional bergantung pada belanja pemerintah. "Perekonomian kita saat ini tergantung pada belanja pemerintah," kata dia mengakhiri. (mdk/azz)

Baca juga:
Pemerintah Bakal Perluas Penerima BLT UMKM Menjadi 12,8 Juta di 2021
Kemenkop UKM: Pemerintah Serius Bantu Pemulihan UMKM di Masa Pandemi
Per April, Realisasi Bantuan Pelaku Usaha Mikro Capai Rp10,4 Triliun
Menkop Teten: Wirausaha Indonesia Kalah Dibanding Thailand dan Malaysia
Produk Pakan Ternak Milik Koperasi Tembus Pasar Brunei
Skema Pembiayaan dan Pendampingan Belum Terintegrasi Jadi kendala UMKM Naik Kelas

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami