Rekor Tertinggi, Utang Global Melonjak Nyaris USD 300 Triliun

Rekor Tertinggi, Utang Global Melonjak Nyaris USD 300 Triliun
Utang. ©Shutterstock
EKONOMI | 15 September 2021 15:30 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Institute of International Finance (IIF) mencatat, tang global melonjak ke rekor tertinggi baru, yaitu hampir USD 300 triliun pada kuartal kedua. Namun, rasio utang terhadap PDB turun untuk pertama kalinya sejak awal pandemi karena pertumbuhan ekonomi pulih.

Total tingkat utang tersebut meliputi utang pemerintah, rumah tangga serta korporasi dan bank yang naik USD 4,8 triliun menjadi USD 296 triliun pada akhir Juni.

"Jika pinjaman berlanjut pada kecepatan ini, kami memperkirakan utang global akan melebihi USD 300 triliun," kata Emre Tiftik, direktur penelitian keberlanjutan IIF.

Kenaikan tingkat utang adalah yang paling tajam di antara negara-negara emerging-markets, dengan total utang naik USD 3,5 triliun pada kuartal kedua dari tiga bulan sebelumnya mencapai hampir USD 92 triliun.

Sebagai tanda positif untuk prospek utang, IIF melaporkan penurunan rasio utang terhadap PDB global untuk pertama kalinya sejak pecahnya krisis virus corona. Utang sebagai bagian dari produk domestik bruto turun menjadi sekitar 353 persen pada kuartal kedua, dari rekor tertinggi 362 persen dalam tiga bulan pertama tahun ini.

IIF mengatakan bahwa dari 61 negara yang dipantau, 51 mencatat penurunan tingkat utang terhadap PDB. Sebagian besar didukung oleh rebound yang kuat dalam kegiatan ekonomi. Namun lembaga itu menambahkan bahwa dalam banyak kasus pemulihan belum cukup kuat untuk mendorong rasio utang kembali di bawah tingkat pra-pandemi.

Menurut IIF, total rasio utang terhadap PDB tidak termasuk sektor keuangan berada di bawah tingkat pra-pandemi hanya di lima negara yaitu Meksiko, Argentina, Denmark, Irlandia, dan Lebanon.

2 dari 2 halaman

Utang China Naik

China telah mengalami kenaikan yang lebih tajam dalam tingkat utangnya dibandingkan dengan negara-negara lain, sementara utang negara-negara emerging-markets tidak termasuk China naik ke rekor tertinggi baru pada USD 36 triliun pada kuartal kedua, didorong oleh kenaikan pinjaman pemerintah.

IIF mencatat bahwa setelah sedikit penurunan pada kuartal pertama, utang di antara negara-negara maju - terutama kawasan euro - naik lagi pada kuartal kedua.

Di Amerika Serikat, akumulasi utang sekitar USD 490 miliar adalah yang paling lambat sejak awal pandemi, meskipun utang rumah tangga meningkat pada rekor kecepatan.

Secara global, utang rumah tangga naik USD 1,5 triliun dalam enam bulan pertama tahun ini menjadi USD 55 triliun. IIF mencatat bahwa hampir sepertiga negara dalam studinya melihat peningkatan utang rumah tangga di paruh pertama.

"Kenaikan utang rumah tangga sejalan dengan kenaikan harga-harga rumah di hampir setiap ekonomi utama di dunia," kata Tiftik dari IIF.

Total penerbitan utang berkelanjutan sementara itu telah melampaui USD 800 miliar tahun ini, kata IIF, dengan penerbitan global diproyeksikan mencapai USD 1,2 triliun pada tahun 2021. (mdk/idr)

Baca juga:
Per Juli 2021, Utang Luar Negeri Indonesia Capai USD 415,7 Miliar
Kemenkeu Catat Lelang SUN Serap Rp21 Triliun
Pemerintah Ingin Tambah Skema Pembiayaan Sukuk Syariah untuk Keuangan Daerah
Obligor BLBI Meninggal Dunia, Bagaimana Nasib Utangnya ke Negara?
Mengenal Special Drawing Rights, Dana Rp89,7 T dari IMF untuk Indonesia
Jalan Panjang Tagih Utang BLBI

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami