Resmi Ditawarkan, Reksadana Milik PNM Raup Dana Kelolaan Awal Rp6 M

UANG | 30 September 2019 10:34 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNM MI) baru saja melaksanakan pencatatan perdana reksadana, yakni Exchange Trade Fund (ETF) Core LQ45. ETF berkode XPCR ini adalah ETF ke-delapan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun ini.

"Ini ETF pertama yang diterbitkan PNM Investment Management," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, di Jakarta, Senin (30/9).

Jumlah unit penyertaan awal adalah 5,5 juta unit dan nilai aktiva bersih awal adalah Rp961. Adapun jenis ETF ini adalah passive atau indexing. Bank kustodian yang dipilih adalah PT Bank DBS Indonesia, sementara PT Mandiri Sekuritas menjadi dealer partisipan.

Direktur Utama PT PNM IM, Bambang Siswaji, berkata pihaknya sedang gencar melakukan diversifikasi instrumen keuangan. Sebelumnya PT PNM IM sudah memiliki RDPT, serta menyediakan produk reksadana berbasis pasar uang, fixed income, saham, maupun campuran.

"Kita melangkah lebih lanjut ke ETF ini untuk memberikan pilihan lebih besar ke investor baik institusional atau perorangan agar mengelola portfolionya secara efektif dan efisien," ujarnya.

Target pengelolaan atau Asset Under Management (AUF) pada ETF ini adalah Rp200 miliar hingga tahun depan. Pada tahap awal ini sudah ada dana masuk Rp6 miliar dari beberapa investor institusional.

Untuk imbal hasil, Bambang berkata semuanya akan tergantung pada kinerja indeks. Namun, Bambang optimistis tracking error akan minimum, mengingat sifat reksadana yang pasif. Dia pun percaya indeks saham bisa kembali mencapai 6.400 sehingga ada hasil positif.

"Awal tahun Februari sampai Maret, awal April, sempat 6.400. Jadi misalnya kita masuk LQ45 di Rp960-an dengan indeks 6.200-an, mestinya dalam jangka pendek kembali ke 6.400 kan masuk akal. Jadi saya pikir kita potensial mendapatkan gain (reksadana)," ujar Bambang.

Reporter: Tommy Kurnia Romy

Sumber: Liputan6 (mdk/bim)

Baca juga:
Reksadana Pendapatan Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Diminati
Bareksa dan Kontan Kembali Beri Penghargaan MI dan Reksadana Terbaik
Per Agustus 2019, Jumlah Investor Reksadana Capai 1,39 Juta Orang
OJK Moratorium Pendaftaran Investasi Reksadana Tunggal
Investasi yang Aman di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global
Strategi Investasi Paling Aman di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global
Punya Rp10.000 Sudah Bisa Investasi Reksadana di Narada

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.