Resmi kerja sama, PGN pasok jaringan gas ke proyek BUMN Karya dan Perumnas

UANG | 31 Oktober 2018 11:16 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bersama BUMN Karya yang terdiri dari PT Hutama Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, serta BUMN Konstruksi lainnya, yaitu Perum Perumnas menyepakati kerja sama pemasangan jaringan gas (Jargas).

Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso mengatakan, penandatanganan MoU terkait pemasangan Jargas pada fasilitas Transit Oriented Development (TOD). Namun, kerja sama itu tak menutup kemungkinan untuk penggunaan ataupun pemasangan Jargas pada fasilitas lainnya.

"Nota kesepahaman kerjasama ini menunjukkan sinergi BUMN yang kian kuat, masing-masing BUMN mempunyai kemampuan dan produk atau jasa yang berguna bagi BUMN lainnya," ujar Gigih di sela penandatanganan MoU di Jakarta, Rabu (31/10).

Nota Kesepahaman (MoU) dimaksudkan sebagai pedoman perencanaan dan persiapan pelaksanaan kerja sama dalam rangka menciptakan kemitraan dan sinergi bisnis yang saling menguntungkan. Tentunya, MoU tetap memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

Melalui MoU tersebut, masing-masing pihak akan memberikan dukungan dan kontribusinya sesuai dengan keahlian, kemampuan dan kewenangan yang dimiliki. "Pada pelaksanaan kerjasama yang nanti disusun dalam perjanjian, bisa dilakukan oleh anak usaha," tegas Gigih.

Sejauh ini, hampir seluruh BUMN Karya tengah menggarap proyek hunian berbasis TOD. Semisal, PT Adhi Karya (Persero) Tbk masih melakukan pengerjaan penyelesaian LRT City, PT Waskita Karya (Persero) Tbk tengah membidik pengembangan TOD di Bogor.

Gigih menilai sejalan dengan konsep kemajuan teknologi transportasi yang dipadukan bersama kualitas hunian, penggunaan gas bagi kebutuhan kehidupan cukup menjanjikan untuk masa depan. "Penggunaan gas lebih ramah lingkungan," katanya.

Selain itu, PGN juga membuka pintu kerjasama seluas-luasnya bagi pengembang properti dan proyek infrastruktur lainnya. Sebab, untuk proyek hunian skala rumah tangga, Jargas PGN mampu memberikan banyak manfaat.

"Harga lebih murah, pasokan lebih stabil. Belum lagi mengingat gas PGN merupakan pemanfaatan kekayaan alam Indonesia, jadi ada nilai kemandirian bagi bangsa kita," tandasnya.

Baca juga:
PGN berencana akuisisi empat anak usaha Pertagas
PGN tunggu kesiapan Pertamina lunasi akuisisi 51 persen saham Pertagas
PGN pacu pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dengan integrasi gas bumi
PGN bayar pembelian saham Pertagas akhir September 2018
Akuisisi 51 persen saham Pertagas, PGN kaji penerbitan obligasi
Gigih Prakoso resmi ditunjuk jadi Direktur Utama PGN
Menteri Rini pastikan ada perombakan direksi Pertagas usai diakuisisi PGN

(mdk/azz)