Respons Bos Bulog Soal Banjir Daging Kerbau Impor Jelang Lebaran & Tudingan Monopoli

Respons Bos Bulog Soal Banjir Daging Kerbau Impor Jelang Lebaran & Tudingan Monopoli
Dirut Perum Bulog Budi Waseso. ©Liputan6.com/JohanTallo
EKONOMI | 18 Mei 2021 12:08 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Sudin mengaku, diserbu pertanyaan dari pedagang daging terkait kehadiran daging kerbau impor menjelang Lebaran kemarin. Kehadiran impor daging tersebut bahkan hanya berasal dari satu perusahaan.

"Saya dapat serangan bertubi-tubi dari pedagang daging. 'Kok daging kerbau masuk ke Bulog?'. Konon katanya itu cuma dimonopoli satu PT, jadi harganya tetap tinggi juga," ungkap Sudin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI dengan Perum Bulog, Jakarta, Selasa (18/5).

Menanggapi itu, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengatakan, penugasan kuota impor daging kerbau yang bisa direalisasikan hanya sebanyak 13.000 ton. Keterlambatan daging kerbau tersebut tidak terlepas dari dampak penguncian wilayah (lockdown) dan berkembangnya virus varian baru di India.

"Kenapa ini baru terlaksana karena memang dimulai ada lockdown di sana dan perkembangan covid di India sehingga menghentikan rencana impor kita sementara sambil kita melihat situasi," kata Budi Waseso dalam forum yang sama.

Mengenai dugaan monopoli impor daging kerbau, Buwas sapaan Budi Waseso menjelaskan, perusahaan tersebut bukan satu-satunya yang mengajukan izin impor. Namun hanya perusahaan tersebut yang telah menandatangani kontrak dan memberikan jaminan.

"(PT) itu yang sudah kontrak sama kami dan siap membelinya pasti. Banyak yang minta (izin impor) tapi tidak memberikan jaminan," kata dia.

Langkah ini diambil Bulog agar tidak terjadi kelebihan impor daging kerbau seperti yang terjadi di 2018. Sebab di tahun tersebut Bulog terpaksa harus mengeluarkan anggaran sebesar RP 309 miliar untuk menyewa cold storage.

"Di 2018, Bulog terpaksa harus keluarkan sewa cold storage senilai Rp 309 miliar. (Sehingga) tahun ini kita menghindari itu," kata dia.

Baca Selanjutnya: Operasi Pasar Jelang Lebaran...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami